Dongkrak Suara, PDIP dan Ganjar Pranowo Dinilai Utang Budi kepada Jokowi

Minggu, 22 Januari 2023 - 22:10 WIB
loading...
Dongkrak Suara, PDIP...
Tingginya tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdampak positif terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan ganjar Pranowo. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Tingginya tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdampak positif terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) . Sebab, berdasarkan hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) periode Januari 2023, perolehan suaranya terdongkrak lebih besar daripada partai-partai lainnya.

Hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan sebanyak 76,2% responden puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Sementara itu, jumlah yang kurang puas dan tidak puas sebesar 20,5%, sedangkan yang tidak menjawab 3,3%. Baca juga: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Dongkrak Posisi PDIP

"Yang menarik memang kalau kita kaitkan dengan tingkat kepuasan terhadap Presiden, maka ada kaitan dengan dukungan partai," ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam paparannya saat rilis survei bertajuk "Kinerja Presiden, Pencabutan PPKM, Ketersediaan Bahan Pokok dan BBM, serta Peta Politik Terkini" secara virtual, Minggu (22/1/2023).

"Yang puas dengan kinerja Presiden cenderung memilih PDIP. Itu ada 26%, lebih banyak, diikuti oleh Gerindra," imbuhnya.

Dari 76,2% responden yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi, sebanyak 26,3% di antaranya bakal memilih PDIP. Lalu, sebanyak 11,4% memilih Partai Gerindra, Partai Demokrat 7,3%, PartauiGolkar 6,2%, Partai Perindo 6%, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 5,3%.

Begitu juga dengan Ganjar Pranowo. Sebagian besar responden yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi bakal memilih Gubernur Jawa Tengah (Jateng) ini pada pemilihan presiden (pilpres) kelak. "Yang menyatakan puas dengan Presiden itu lebih banyak yang mendukung Ganjar Pranowo, 35%. Baru setelah itu Prabowo Subianto, lalu diikuti Anies Baswedan," ungkap Djayadi.

Dihubungi terpisah, Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Usni Hasanudin berpendapat hal tersebut lumrah terjadi. Pangkalnya, figur Jokowi tidak bisa dilepaskan dengan PDIP.

"Identitas Presiden Jokowi sebagai politikus tentang tidak bisa dilepaskan dengan PDIP. Nah, PDIP bisa dibilang 'berutang budi' terhadap Jokowi karena publik cenderung memilih karena menimbang kinerja pemerintah bukan faktor lain," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (22/1/2023).

Usni juga memaklumi jika tren serupa dinikmati Ganjar. Alasannya, keduanya memiliki kedekatan bahkan Ganjar sempat dikaitkan dengan ciri-ciri calon presiden (capres) yang direkomendasikan Jokowi selain sama-sama kader PDIP. Baca juga: Survei LSI: Ganjar Kokoh di Puncak, Prabowo dan Anies Bersaing di Posisi Kedua

"Meski tidak pernah secara terbuka menyampaikan mendukung Ganjar, masyarakat dapat membaca dengan jelas arah dukungan Jokowi pada 2024 mendatang. Kuatnya asosiasi Ganjar dengan Jokowi ini memengaruhi persepsi publik. Oleh karena itu, baiknya kinerja pemerintah bakal memberikan efek positif terhadap Ganjar," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
PDIP: UU Polri Harus...
PDIP: UU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Rekomendasi
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Infografis
Bayar Bunga Warisan...
Bayar Bunga Warisan Jokowi Rp183 T, Prabowo Bakal Tarik Utang Rp775 T
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved