Kompolnas Kritik Alasan Novel Tolak Rekonstruksi

Sabtu, 02 Mei 2015 - 15:24 WIB
Kompolnas Kritik Alasan...
Kompolnas Kritik Alasan Novel Tolak Rekonstruksi
A A A
JAKARTA - Alasan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menolak menjalani rekonstruksi dikritik Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Diketahui, Novel menolak menjalani rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan terhadap pelaku pencurian sarang burung walet, saat dia menjadi Kasat Reskrim Polresta Bengkulu tahun 2004.

Kompolnas menilai, salah satu alasan Novel menolak menjalani rekonstruksi bersifat politis. Yakni yang mengatakan adanya instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti agar Novel dilepaskan.

"Alasan yang ketiga politik itu," ujar Komisioner Kompolnas, Adrianus Meliala usai Diskusi Polemik SINDO Trijaya Network bertajuk Telenovela KPK Polri di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5/2015).

Adrianus pun mengaku bingung dengan alasan tersebut. "Saya kira sebagai kuasa hukum masa masukan hal-hal politis sih. Bagi saya hal yang aneh sih," tuturnya.

Seharusnya, kata dia, kuasa hukum Novel Baswedan bisa memisahkan antara politik dengan hukum. "Jangan hukum dimasukkan unsur politik. Ini contoh kita tidak disiplin, enggak bisa memisahkan mana politik dan mana hukum," ungkapnya.

Sedangkan alasan Novel yang pertama dan kedua, menurutnya masih bisa diakali oleh polisi. Yakni dengan menyampaikan kepada Jaksa bahwa kepolisian telah maksimal dalam menjalankan proses hukum terhadap Novel.

"Kalau dibilang sudah maksimal, Jaksa enggak bisa lagi mengelak. Tapi kembali lagi pada jaksa, apakah jaksa mau diponering atau tidak. Atau mau mengeluarkan surat penghentian proses penuntutan," ungkapnya. Sebab, lanjut dia, proses penghentian penuntut itu ada pada jaksa.

Adapun alasan Novel yang pertama dan kedua adalah karena tidak ada komunikasi yang baik untuk pelaksanaan rekonstruksi, serta karena Novel sebagai tersangka belum diperiksa dan tidak ada Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
(maf)
Berita Terkait
Dua Polisi Penyiram...
Dua Polisi Penyiram Air Keras Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara
Novel Baswedan Anggap...
Novel Baswedan Anggap Persidangan Perkaranya Hanya Formalitas
Mantan Anggota TGPF...
Mantan Anggota TGPF Ingatkan Tim Advokasi Novel Jangan Asal Tuduh
Novel Baswedan Bersedia...
Novel Baswedan Bersedia Jadi ASN Polri
Sidang Vonis Dua Penganiaya...
Sidang Vonis Dua Penganiaya Novel Baswedan Digelar Hari Ini
Serangan ke Bintang...
Serangan ke Bintang Emon, Istana Tegaskan Tak Terlibat
Berita Terkini
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved