Media Australia Sindir Jokowi, Ini Reaksi Politikus PDIP
Selasa, 28 April 2015 - 16:48 WIB
Media Australia Sindir Jokowi, Ini Reaksi Politikus PDIP
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo diserang media lokal di Australia terkait rencana eksekusi mati duo anggota Bali Nine asal Australia Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
Media lokal Australia, Sydney Morning Herald (SMH) melansir berita yang menyebut Jokowi tunduk kepada Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyangkut eksekusi mati Duo Bali Nine.
Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari membantah pemberitaan tersebut. Sebagai partai pendukung pemerintah, Megawati memberikan kebebasan penuh kepada Jokowi untuk mengambil kebijakan.
"Jokowi mengambil putusan secara otonom. Belakangan Ibu Mega mendukung saja," ujar Eva saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (28/4/2015).
Eva mengakui partainya sempat berbeda pandangan dengan kader tersebut dalam sejumlah hal kebijakan, seperti pembentukan rumah transisi, pemilihan Kapolri dan susunan kabinet.
Kendati demikian dia menegaskan partainya memegang prinsip menyerahkan segala keputusan kepada Jokowi. "PDIP paham bahwa sebagai partai pendukung adalah menyetujui kebijakan dan putusan presiden bukan mendikte," ungkapnya.
Terkait tudingan yang dilancarkan media Austalia SHM, Eva menganggap pemberitaan itu kurang tepat dan tidak proporsional.
Media lokal Australia, Sydney Morning Herald (SMH) melansir pemberitaan yang menyebut Presiden Jokowi tunduk kepada Megawati.
SMH dalam pemberitaannya menyebutkan sikap tunduk Jokowi diceritakan mulai dari saat Jokowi meraih kursi kekuasaan sebagai presiden.
SHM juga menyindir Jokowi saat hadir pada Kongres PDIP di Bali. Kehadrian Jokowi di acara itu hanya untuk mendengarkan ceramah Megawati. (Media Australia: Jokowi Tunduk pada Megawati)
Terbaru soal rencana eksekusi mati Gembong Narkoba Bali Nine, SMH juga menganggap itu hasil dari tekanan Megawati. "Megawati mengatakan kepadanya (Jokowi) di kongres partai, 'mengapa tidak eksekusi? Anda jangan tunduk pada tekanan asing' kata Greg Fealy, Sejarawan politik dari Australia Nasional University (ANU) kepada media Australia tersebut.
Media lokal Australia, Sydney Morning Herald (SMH) melansir berita yang menyebut Jokowi tunduk kepada Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyangkut eksekusi mati Duo Bali Nine.
Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari membantah pemberitaan tersebut. Sebagai partai pendukung pemerintah, Megawati memberikan kebebasan penuh kepada Jokowi untuk mengambil kebijakan.
"Jokowi mengambil putusan secara otonom. Belakangan Ibu Mega mendukung saja," ujar Eva saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (28/4/2015).
Eva mengakui partainya sempat berbeda pandangan dengan kader tersebut dalam sejumlah hal kebijakan, seperti pembentukan rumah transisi, pemilihan Kapolri dan susunan kabinet.
Kendati demikian dia menegaskan partainya memegang prinsip menyerahkan segala keputusan kepada Jokowi. "PDIP paham bahwa sebagai partai pendukung adalah menyetujui kebijakan dan putusan presiden bukan mendikte," ungkapnya.
Terkait tudingan yang dilancarkan media Austalia SHM, Eva menganggap pemberitaan itu kurang tepat dan tidak proporsional.
Media lokal Australia, Sydney Morning Herald (SMH) melansir pemberitaan yang menyebut Presiden Jokowi tunduk kepada Megawati.
SMH dalam pemberitaannya menyebutkan sikap tunduk Jokowi diceritakan mulai dari saat Jokowi meraih kursi kekuasaan sebagai presiden.
SHM juga menyindir Jokowi saat hadir pada Kongres PDIP di Bali. Kehadrian Jokowi di acara itu hanya untuk mendengarkan ceramah Megawati. (Media Australia: Jokowi Tunduk pada Megawati)
Terbaru soal rencana eksekusi mati Gembong Narkoba Bali Nine, SMH juga menganggap itu hasil dari tekanan Megawati. "Megawati mengatakan kepadanya (Jokowi) di kongres partai, 'mengapa tidak eksekusi? Anda jangan tunduk pada tekanan asing' kata Greg Fealy, Sejarawan politik dari Australia Nasional University (ANU) kepada media Australia tersebut.
(dam)