Kongres PDIP Ajang Konsolidasi Internal untuk Pemilu 2019
Rabu, 08 April 2015 - 19:28 WIB
Kongres PDIP Ajang Konsolidasi Internal untuk Pemilu 2019
A
A
A
JAKARTA - Kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Bali 9-12 April 2015 harus dimaksimalkan sebagai konsolidasi menghadapi Pemilu 2019. Selain itu juga dimaksimalkan untuk menghadapi segala gangguan pesaing.
Pengajar ilmu politik dari Universitasi Airlangga, Haryadi memprediksi kekuatan dari luar PDIP akan terus berupaya merongrong soliditas partai berlambang kepala banteng itu. Bahkan, kata dia, keadaan bisa rentan, mengingat virus pragmatisme telah menghinggapi sebagian elemen kader PDIP.
"Memang bukan perkara mudah, betapapun untuk kursi ketua umum mungkin secara aklamasi akan menetapkan kembali Megawati Soekarnoputri, tapi gesekan kepentingan untuk memperebutkan tampuk kepengurusan di jajaran bawahnya cukup keras," ujar Haryadi, Rabu (8/4/2015).
Maka itu, konsolidasi kekuatan PDIP mengharuskan adanya penegakan disiplin partai dan penguatan ideologi. Syaratnya, kata Haryadi PDIP harus memiliki kepemimpinan partai yang kuat, ditakuti, sekaligus dicintai kader dan simpatisannya. "PDIP beruntung memiliki figur kepemimpinan Megawati Soekarnoputri," ucapnya.
Pengajar ilmu politik dari Universitasi Airlangga, Haryadi memprediksi kekuatan dari luar PDIP akan terus berupaya merongrong soliditas partai berlambang kepala banteng itu. Bahkan, kata dia, keadaan bisa rentan, mengingat virus pragmatisme telah menghinggapi sebagian elemen kader PDIP.
"Memang bukan perkara mudah, betapapun untuk kursi ketua umum mungkin secara aklamasi akan menetapkan kembali Megawati Soekarnoputri, tapi gesekan kepentingan untuk memperebutkan tampuk kepengurusan di jajaran bawahnya cukup keras," ujar Haryadi, Rabu (8/4/2015).
Maka itu, konsolidasi kekuatan PDIP mengharuskan adanya penegakan disiplin partai dan penguatan ideologi. Syaratnya, kata Haryadi PDIP harus memiliki kepemimpinan partai yang kuat, ditakuti, sekaligus dicintai kader dan simpatisannya. "PDIP beruntung memiliki figur kepemimpinan Megawati Soekarnoputri," ucapnya.
(kur)