Strategi Kaum Petani

Selasa, 03 Maret 2015 - 10:42 WIB
Strategi Kaum Petani
Strategi Kaum Petani
A A A
Syaiful Rahman
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi, Reporter Humas


Meskipun Indonesia termasuk negara agraris, untuk memenuhi kebutuhan bangsanya akan beras masih harus mengimpor.

Untuk itu diperlukan perhatian lebih dari pemerintah untuk meningkatkan produksi beras domestik. Perlu ada strategi dan evaluasi yang lebih mendalam terkait permasalahan yang selalu mengguncang perekonomian Indonesia ini.

Tak dapat dimungkiri, mayoritas pemegang lahan pertanian adalah masyarakat yang berlatar belakang pendidikan rendah. Sementara para masyarakat yang sudah berpendidikan tinggi lebih memilih menjadi pejabat atau pengusaha yang notabene tidak menyentuh lahan pertanian.

Hal itu disebabkan oleh mindset yang tertanam dalam benak bangsa selama ini, yakni profesi petani masih identik dengan profesi orang miskin. Dengan melihat latar belakang pendidikan yang dimiliki mayoritas kaum petani Indonesia, semestinya dilakukan beberapa langkah oleh pemerintah. Pertama, pemerintah perlu mengadakan pelatihan khusus bagi kaum petani terkait dengan dunia pertanian.

Lokakarya ini tidak hanya memberikan pengetahuan cara bertani, melainkan juga menambah wawasan bagi kaum petani terkait jenis tanah, tanaman yang cocok, dan perkiraan cuaca. Dengan demikian, kegagalan panen akibat kesalahan dalam memprediksi cuaca dapat diminimalisasi. Kedua, mengerahkan para sarjana pertanian untuk ikut turun ke lapangan dalam membantu memaksimalkan hasil pertanian.

Dalam melaksanakan strategi ini, pemerintah memberikan insentif kepada para sarjana pertanian untuk mengelola lahan-lahan pertanian yang belum dimaksimalkan. Para sarjana dapat diberi lokasi untukmengabdikandirididaerah-daerahyangpotensial. Ketiga, pemerintah membentuk lembaga penyalur hasil pertanian. Selama ini, para petani selalu dipasung oleh posisinya yang lemah. Petani tidak dapat menentukan harga terhadap hasil pertaniannya sendiri. Bahkan tak jarang mereka harus rela terjebak menjual hasil pertanian kepada para tengkulak.

Tentunya dengan harga yang sering kali tidak seimbang dengan biaya transaksi yang sudah dikeluarkan. Oleh karena itu, melalui lembaga yang didirikan di setiap desa, dengan mudah pemerintah menetapkan harga minimal terhadap setiap hasil pertanian yang dimiliki warga.

Dengan cara ini pula, pemerintah dapat dengan mudah mengumpulkan hasil pertanian masyarakat kemudian menyalurkannya ke daerah-daerah yang memerlukan. Serta kaum petani tidak akan mudah jatuh ke jaring-jaring tengkulak. Tiga strategi di atas merupakan langkah yang memungkinkan untuk dilaksanakan di Indonesia. Bagaimanapun, Indonesia memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan kebutuhan beras yang juga sangat tinggi.

Namun, sebagaimana diketahui, pemegang lahan pertanian adalah masyarakat yang berlatar belakang pendidikan rendah dan kaum petani identik dengan kaum miskin. Wallahu alam.
(ars)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Sidang Putusan Praperadilan...
Sidang Putusan Praperadilan Jilid II Roy Suryo Digelar Hari Ini
4 Kombes Pol Promosi...
4 Kombes Pol Promosi Jabatan ke Lemdiklat Polri dan Pecah Bintang dalam Mutasi Terbaru, Ini Daftar Namanya
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
Seskab Teddy dan Menteri...
Seskab Teddy dan Menteri Ara Sirait Bahas Target Bedah 400.000 Rumah
APH Didorong Usut Tuntas...
APH Didorong Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved