TNI Siapkan Satuan Khusus Jelang Eksekusi Mati

Jum'at, 20 Februari 2015 - 19:33 WIB
TNI Siapkan Satuan Khusus...
TNI Siapkan Satuan Khusus Jelang Eksekusi Mati
A A A
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Moeldoko bersama dengan komandan satuan khusus menyiapkan rencana darurat dan kontijensi untuk mengantisipasi gangguan jelang pelaksanaan eksekusi terpidana mati.

Langkah ini diambil diduga menyusul panasnya hubungan Indonesia-Australia akhir-akhir ini jelang eksekusi mati terpidana narkoba.

"Apabila terjadi gangguan dalam bentuk apapun atas pelaksanaan hukuman mati. Untuk itu saya bersama komandan satuan khusus akan membuat sebuah perencanaan yang detail, kata Moeldoko di Mabes TNI, Jakarta Timur, Jumat (20/2/2015).

"Bersama-sama dengan Kejaksaan dan Menkumham atas pelaksanaan hukuman mati terhadap pelaku pelanggaran narkoba khususnya yang telah disiapkan," imbuhnya.

Panglima menegaskan, sikap TNI jelas mendukung penuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengambil langkah hukum dalam pemberantasan narkoba. Termasuk pemberian hukuman mati terhadap pelaku narkoba.

Menurut Panglima, TNI sangat memahami risiko atas lost generation akibat narkoba.

"Terhadap hukuman mati atas pelaku narkoba, TNI mendukung sepenuhnya dan TNI tidak terpengaruh oleh apapun dan siapapun atas hukuman mati, karena kami berpandangan sikap kami jelas right or wrong is my country," ucapnya.

Mantan Pangdam Siliwangi mengaku, setiap saat dirinya beserta jajaran selalu menganalisa atas berbagai situasi. Ancaman dan gangguan bisa muncul dari berbagai respons.

"Analisa-analisa itu diperlukan. Untuk itulah saya hadirkan di sini Ka BAIS karena memang kita melihat time by time atas perkembangan yang terjadi. Sehingga TNI tidak boleh tertinggal dalam hal seperti itu," imbuhnya.

Karenanya, dalam substansi rapat nanti, kata Panglima, yang terpenting adalah bagaimana TNI mampu mengantisipasi berbagai gangguan baik yang bersifat fisik dan nonfisik.

Karena itu, TNI juga menyiapkan unsur intelijen dan unsur tempur. Sehingga, apabila diperlukan, mereka sudah siap.

"Setelah saya perintahkan hari ini, para komandan pasukan khusus sudah menyiapkan dirinya dengan baik," katanya.

Saat ditanya, apakah pembuatan rencana emergensi dan kontijensi itu terkait dengan pernyataan PM Australia Tony Abott yang mengancam Indonesia menyusul dua warganya yang akan dieksekusi, Panglima menyatakan, jika hal itu tidak ditujukan kepada salah satu negara.

"Saya tidak mau berpolemik dengan statemen atau merespons, tidak. Tapi saya lebih senang menyiapkan diri dengan baik. Tentu kita tidak melihat atau mendefinisikan ke salah satu negara, tidak," tegasnya.

"Tetapi sekali lagi TNI sangat memahami kemungkinan-kemungkinan ancaman. Panglima sebagai pelaksana tugas dibidang pertahanan pasti mengambil langkah-langkah keamanan," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved