Membentuk Jiwa Muda Kreatif

Sabtu, 14 Februari 2015 - 09:19 WIB
Membentuk Jiwa Muda...
Membentuk Jiwa Muda Kreatif
A A A
Muhammad Najib
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin. UIN Walisongo Semarang

Satu kata kunci menjadi jawara di era kompetisi global seperti sekarang ini adalah kreativitas. Jiwa kreatif akan selalu eksis dan dibutuhkan pada masa sekarang dan akan datang.

Dalam konteks inilah lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk jiwa muda kreatif. Pergeseran dan perubahan zaman adalah sesuatu yang tak dapat ditolak. Artinya, mau tidak mau, suka tidak suka kita harus menghadapinya. Maka, mengelola agar setiap peserta didik sigap menghadapi perubahan selanjutnya adalah sebuah keniscayaan.

Pada masa akan datang, kita tidak membutuhkan generasi yang berbekal ijazah pendidikan formal saja tapi minim kecakapan dan kreativitas. Generasi seperti itu justru hanya akan menghambat pembangunan dan kemajuan bangsa. Selain faktor pendidik, jiwa kreatif dapat diperoleh melalui beberapa cara. Pertama , mengubah mindset . Tak dapat diragukan lagi bahwa pola pikir atau mindset generasi saat ini terutama para mahasiswa perlu diluruskan.

Coba kalau kita tanya pada para mahasiswa terkait rencana setelah lulus atau wisuda. Bisa dipastikan mereka akan menjawab mencari pekerjaan. Bisa dibayangkan akan ada berapa banyak pengangguran di negeri ini. Harusnya, para mahasiswa yang notabene generasi andalan atau pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa memiliki paradigma lurus dengan mengatakan bahwa setelah lulus akan menciptakan kerja.

Kedua, spesifikasi. Sejauh ini ada fenomena lulusan pertanian akan tetapi banyak yang terjun dalam dunia sosial. Harusnya, antara kompetensi dengan kerja berbanding lurus. Bagaimana mungkin pertanian kita maju sementara misalnya sarjana pertanian enggan berkecimpung dalam dunia pertanian? Jadi, dalam konteks ini, sekolah mempunyai peran strategis dalam membentuk jiwa muda kreatif, bukan hanya menghafal materi saja.

Semua itu akan menjadi sebuah utopia manakala pendidik tidak menyadari dan kemudian meningkatkan kompetensinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Kita yakin seyakin-yakinnya bahwa pendidik yang baik adalah mereka yang mampu mencetak generasi yang lebih baik dari seorang pendidik. Jadi, keberhasilan pendidik atau guru adalah mencetak murid yang andal, bahkan melebihi gurunya.

Jika yang terjadi demikian, semakin ke depan generasi muda akan semakin mantap sehingga mampu menjawab persoalan dan kebutuhan bangsa Indonesia. Wallahu a’lam bi al-shawab. ??

Membentuk Jiwa Muda Kreatif

Satu kata kunci menjadi jawara di era kompetisi global seperti sekarang ini adalah kreativitas. Jiwa kreatif akan selalu eksis dan dibutuhkan pada masa sekarang dan akan datang.

Dalam konteks inilah lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk jiwa muda kreatif. Pergeseran dan perubahan zaman adalah sesuatu yang tak dapat ditolak. Artinya, mau tidak mau, suka tidak suka kita harus menghadapinya. Maka, mengelola agar setiap peserta didik sigap menghadapi perubahan selanjutnya adalah sebuah keniscayaan.

Pada masa akan datang, kita tidak membutuhkan generasi yang berbekal ijazah pendidikan formal saja tapi minim kecakapan dan kreativitas. Generasi seperti itu justru hanya akan menghambat pembangunan dan kemajuan bangsa. Selain faktor pendidik, jiwa kreatif dapat diperoleh melalui beberapa cara. Pertama , mengubah mindset . Tak dapat diragukan lagi bahwa pola pikir atau mindset generasi saat ini terutama para mahasiswa perlu diluruskan.

Coba kalau kita tanya pada para mahasiswa terkait rencana setelah lulus atau wisuda. Bisa dipastikan mereka akan menjawab mencari pekerjaan. Bisa dibayangkan akan ada berapa banyak pengangguran di negeri ini. Harusnya, para mahasiswa yang notabene generasi andalan atau pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa memiliki paradigma lurus dengan mengatakan bahwa setelah lulus akan menciptakan kerja.

Kedua, spesifikasi. Sejauh ini ada fenomena lulusan pertanian akan tetapi banyak yang terjun dalam dunia sosial. Harusnya, antara kompetensi dengan kerja berbanding lurus. Bagaimana mungkin pertanian kita maju sementara misalnya sarjana pertanian enggan berkecimpung dalam dunia pertanian? Jadi, dalam konteks ini, sekolah mempunyai peran strategis dalam membentuk jiwa muda kreatif, bukan hanya menghafal materi saja.

Semua itu akan menjadi sebuah utopia manakala pendidik tidak menyadari dan kemudian meningkatkan kompetensinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Kita yakin seyakin-yakinnya bahwa pendidik yang baik adalah mereka yang mampu mencetak generasi yang lebih baik dari seorang pendidik. Jadi, keberhasilan pendidik atau guru adalah mencetak murid yang andal, bahkan melebihi gurunya.

Jika yang terjadi demikian, semakin ke depan generasi muda akan semakin mantap sehingga mampu menjawab persoalan dan kebutuhan bangsa Indonesia. Wallahu a’lam bi al-shawab.
(ars)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved