Turisme dan Pemberdayaan

Senin, 02 Februari 2015 - 11:27 WIB
Turisme dan Pemberdayaan
Turisme dan Pemberdayaan
A A A
Momentum ASEAN Community 2015 memberikan peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan potensi alam dan kebudayaannya sebagai salah satu sektor dalam roda perekonomian domestik.

Optimisme ini terbangun mengingat eksotisnya keragaman budaya dan hayati Indonesia, yang sampai hari ini menjadi salah satu destinasi kelas internasional. Jika merujuk pada data BPS terkait dengan Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Oktober 2014 mencapai 808,8 ribu kunjungan atau naik 12,34% dibandingkan jumlah kunjungan wisman Oktober 2013 yang sebanyak 719,9 ribu kunjungan.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Oktober 2014 mencapai rata-rata 54,29%. Diperkirakan dengan diberlakukannya AEC, jumlah tersebut akan terus meningkat. Amat disayangkan, sinyal positif tersebut belum bisa meningkatkan kedaulatan ekonomi masyarakat di sekitar objek wisata mengingat besarnya dominasi investor dalam pengembangan resor wisata sehingga mengerdilkan partisipasi keterlibatan masyarakat setempat.

Perkara tersebut sebenarnya telah disinggung sejak lama pada Konferensi Organisasi Pariwisata Dunia 1999 di Chili mengenai Global Code of Ethic For Tourism. Merujuk pada hasil konsensus pasal 5 poin 1 dan 2, diinstruksikan bahwa “pariwisata harus melibatkan penduduk setempat untuk berpartisipasi untuk menikmati keuntungan ekonomi, sosial, budaya demi kesejahteraan masyarakat”.

Oleh karena itu, pengembangan desa wisata sebenarnya dapat menjadi langkah afirmatif rezim Jokowi guna menindak lanjuti konsensus tersebut. Di Yogyakarta contohnya, pengembangan desa wisata sudah cukup masif seperti desa wisata Palgading, desa wisata budaya Tembi, desa wisata kerajinan Kasongan.

Namun, persoalannya, konsep tersebut belum dikembangkan di sekitar objek wisata utama sehingga belum menjawab fungsi desa wisata yang ditujukan menjadi instrumen ketahanan ekonomi masyarakat lokal. Besar harapan, pariwisata dapat dikembalikan sebagai aset warisan yang dikelola dan dinikmati oleh masyarakat setempat.

Tauchid Komara Yuda
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik-Universitas Gadjah Mada,
Aktivis HMI.
(bhr)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Prabowo Lantik Kepala...
Prabowo Lantik Kepala dan Wakil BGN Baru pada Senin 8 Juni 2026
KPK Ungkap Silmy Karim...
KPK Ungkap Silmy Karim Masih Terima Aliran Uang Hasil Pemerasan saat Jabat Wamen Imipas
KPK Ungkap Anak Buah...
KPK Ungkap Anak Buah Silmy Karim Diduga Beli Rumah Pakai Emas
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Copot Silmy Karim dari Wamen Imipas
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved