Solusi Masalah Tenaga Kerja

Kamis, 29 Januari 2015 - 10:16 WIB
Solusi Masalah Tenaga...
Solusi Masalah Tenaga Kerja
A A A
Muhammad Aufal Fresky
Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Aktivis HMI. Universitas Airlangga

Dalam catatan peradaban dunia, sejarah selalu mencatat perkembangan ekonomi. Oleh karena itulah ekonomi selalu menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan berbagai kalangan.

Perlu kita ketahui bahwa ekonomi tidak akan berjalan atau tetap stagnan tanpa subjek/aktor di dalamnya. Salah satu aktor dalam perekonomian adalah tenaga kerja. Tulisan ini berfokus mengenai permasalahan tenaga kerja di Indonesia, peluang, serta tantangan yang akan dihadapi ke depannya.

Menurut UU RI Nomor 13/2003, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Jadi pemenuhan stok produksi pangan dan sandang di dalam negeri bergantung pada aktivitas tenaga kerja. Kualitas dan kuantitas semua produk baik itu produk primer seperti beras atau produk sekunder seperti televisi itu semua ada di tangan tenaga kerja.

Mengenai hal tersebut perlu kita mengetahui beberapa masalah perihal tenaga kerja di Indonesia dan pembenahan yang perlu dijalani untuk menghadapi tantangan ke depan mengingat Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Salah satu masalah tenaga kerja adalah menyangkut penguasaan teknologi yang masih rendah, minimnya ide dan inovasi dalam proses produksi, dan terakhir kemampuan teknis serta penguasaan bahasa asing yang kurang memadai. Itu adalah tantangan bagi perekonomian Indonesia dalam mencapai akselerasi perkembangan ekonomi di berbagai bidang.

Tenaga kerja Indonesia harus menjadi perhatian utama para pemangku kebijakan. Karena kualitas perekonomian nasional juga bergantung pada kualitas tenaga kerja. Kemajuan ekonomi nasional juga bergantung pada peningkatan kemampuan tenaga kerja dalam banyak hal. Selain itu peluang tenaga kerja Indonesia menghadapi tantangan MEA adalah jumlah penduduk yang relatif besar.

Selanjutnya ada beberapa alternatif solusi untuk pengembangan ekonomi nasional melalui tenaga kerja. Pertama, penataan sistem regulasi yang terintegrasi antara pusat dan daerah, jadi ada kesatuan pandangan mengenai tenaga kerja nasional dan tidak ada miskomunikasi antara pemangku kebijakan pusat dan daerah.

Kedua , perhatian khusus dari pemerintah atas kondisi pekerja dan pemberian jaminan sosial bagi tenaga kerja dengan aturan-aturan yang dikeluarkan. Ketiga, program berkelanjutan dari pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Keempat, sosialisasi penggunaan teknologi dan internet bagi seluruh tenaga kerja di Indonesia sebagai akselerasi peningkatan produksi. Semuanya bertujuanagar Indonesia semakin produktif.
(ars)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
Mensesneg Ungkap Pemicu...
Mensesneg Ungkap Pemicu Maraknya PHK di Indonesia
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Infografis
Atasi Tawuran, Pemprov...
Atasi Tawuran, Pemprov Jakarta Bakal Buka 500.000 Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved