Indonesia dan MEA 2015

Senin, 26 Januari 2015 - 10:55 WIB
Indonesia dan MEA 2015
Indonesia dan MEA 2015
A A A
Siti Nur Halimah
Mahasiswi Syariah Sekolah Tinggi Ekonomidan Perbankan(STEBank) Islam Mr Sjafruddin Prawiranegara Jakarta, Mahasiswi Program Beasiswa Tahfidh. STEBank Islam Mr Sjarifuddin Prawiranegara Jakarta



Tahun 2015 tampaknya akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab pada tahun ini Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pertamakali diterapkan.

Dengan mulai diterapkan MEA, masyarakat Indonesia akan menghadapi persaingan pasar yang semakin masif. Untuk menghadapi MEA diperlukankerjakeras, keuletan, keberanian yang besar, kreativitas yang tinggi, sertaberbagai inovasi guna menciptakan produk serta jasa yang memiliki nilai jual tinggi, dengan harapan jumlah barang dan aktivitas ekspor mengalami peningkatan yang pesat dibandingkan dengan jumlah impor.

Untuk mewujudkan harapan itu diperlukan persiapan matang dari berbagai elemen masyarakat. Jika tahun 2015 diibaratkan seperti arena tarung bebas, produsen lokal yang inovatif, prospektif, dan produktif tinggi yang akan memenangi pertarungan.

Pada akhirnya, yang tidak siap bersaing tentu akan tergilas persaingan pasar bebas. Menghadapi persaingan pasar bebas MEA, negara tidak mampu berperan banyak. Masyarakat Indonesia tentunya yang menjadi peran sentral penentu nasib ekonomi bangsa. Sebab yang dibutuhkan adalah tenaga kerja yang lebih terampil, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Sekarang MEA telah memperbolehkan tenaga asing untuk mengisi peluang tenaga kerja profesional seperti, dokter, akuntan, pegawaibank, pengacara, danprofesilain yang dirasa masih sedikit tenaga kerja asing di dalamnya. Melihat kondisi tersebut, masyarakat Indonesia harus sesegera mungkin menyiapkan diri dalam menyambut MEA pada tahun 2015. Hal ini dilakukan agar Indonesia mampu bersaing sehat dengan beberapa negara ASEAN.

Mengenai kondisi ekonomi bangsa Indonesia di tahun 2015 akan ditentukan dari kesiapan masyarakat Indonesia saat ini. Semoga Indonesia bisa menjadikan MEA sebagai kesempatan emas bagi para tenaga kerja produktif untuk bersaing pada taraf internasional dan menjadikan MEA untukmeningkatkan citra baik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di mata Masyarakat Ekonomi ASEAN. Wallahu aWallahu alam bi al-shawab.
(ars)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved