Jaksa Agung Dorong Percepatan Revisi KUHP

Kamis, 22 Januari 2015 - 14:32 WIB
Jaksa Agung Dorong Percepatan...
Jaksa Agung Dorong Percepatan Revisi KUHP
A A A
JAKARTA - Jaksa Agung HM Prasetyo mendorong percepatan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dari himpunan berbagai peraturan menjadi undang-undang. Revisi ini perlu dilakukan untuk penyempurnaan pembinaan hukum nasional.

"Agar mampu menciptakan dan menegakkan konsistensi, keadilan, kebenaran, ketertiban, dan kepastian hukum. Dengan memerhatikan keseimbangan antara kepentingan nasional, kepentingan masyarakat, dan kepentingan individu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya dalam sebuah seminar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Menurut Jaksa Agung, langkah itu sejalan dengan keinginan pemerintah yang telah merampungkan daftar RUU yang menjadi prioritas Legislasi Nasional (Prolegnas) pada awal 2015 ini. Salah satunya, pembahasan mengenai RUU KUHP yang menjadi prioritas utama. "Pemberlakuan KUHP dalam perkembangannya mengalami degradasi dengan muncul peraturan-peraturan khusus mengenai Pidana di luar KUHP."

"Hal tersebut menimbulkan persoalan baru. Di mana praktisi hukum akan kesulitan dalam mengaplikasikan ketentuan-ketentuan khusus tersebut, karena tidak terhimpun menjadi satu kesatuan," terangnya.

Lagipula, lanjut Prasetyo, usia KUHP yang merupakan warisan masa kolonial sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan masyarakat yang dinamis.

"Karena sejak masa kemerdekaan, perundang-undangan hukum pidana mengalami pertumbuhan yang demikian pesat terutama di luar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan pelbagai kekhususannya. Sehingga perlu ditata kembali kerangka asas asas hukum pidana," pungkasnya.
(hyk)
Berita Terkait
Pemberlakuan UU KUHP–KUHAP...
Pemberlakuan UU KUHP–KUHAP Jadi Sorotan
Guru Besar UNM Sebut...
Guru Besar UNM Sebut 2026 Jadi Pembuktian Tansformasi Hukum Indonesia
Pengamat Nilai RKUHAP...
Pengamat Nilai RKUHAP 2025 dan KUHP Nasional Tak Sinkron
DPR: KUHP dan KUHAP...
DPR: KUHP dan KUHAP Baru Pastikan Hanya Orang Jahat yang Dipenjara
Polri Pedomani KUHP-KUHAP...
Polri Pedomani KUHP-KUHAP Baru yang Berlaku Hari Ini
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Berita Terkini
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved