Pengamat Sebut Tak Masalah Brazil & Belanda Tarik Dubes
Senin, 19 Januari 2015 - 07:29 WIB
Pengamat Sebut Tak Masalah Brazil & Belanda Tarik Dubes
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah telah eksekusi mati enam terpidana kasus narkoba yang salah satunya yakni Marco Archer Cardoso Moreira, warga negara Brazil.
Sikap mengeksekusi mati dari Pemerintah Indonesia ini, membuat gerah Presiden Brasil Dilma Rousseff, yang menarik dubesnya dari Indonesia.
Bukan hanya pemerintahan Brazil, pemerintahan Belanda pun juga menarik dubesnya dari Indonesia.
Setelah Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders menilai eksekusi terhadap warganya Ang Kiem Soe (52), merupakan pengingkaran terhadap martabat dan integritas kemanusiaan.
Pengamat hukum tata negara Margarito Kamis menilai, penarikan para dubes tersebut hanya gertakan dari Brazil dan Belanda. (Baca: Warganya Dieksekusi Mati, Brazil dan Belanda Tarik Dubes dari Indonesia)
Pasalnya, jika tidak ada hukuman mati, Warga Negara Asing (WNA) tidak akan kapok mendistribusikan narkoba di Indonesia.
"Tarik saja (dubesnya) tidak apa-apa," ujar Margarito di Warung Komando, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu 18 Januari 2015.
"Jika narkoba beredar di Indonesia, dia mau buat apa, mau buat mati bangsa ini? Jangan lagi bangsa kita dijajah oleh Belanda," imbuhnya.
Sikap mengeksekusi mati dari Pemerintah Indonesia ini, membuat gerah Presiden Brasil Dilma Rousseff, yang menarik dubesnya dari Indonesia.
Bukan hanya pemerintahan Brazil, pemerintahan Belanda pun juga menarik dubesnya dari Indonesia.
Setelah Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders menilai eksekusi terhadap warganya Ang Kiem Soe (52), merupakan pengingkaran terhadap martabat dan integritas kemanusiaan.
Pengamat hukum tata negara Margarito Kamis menilai, penarikan para dubes tersebut hanya gertakan dari Brazil dan Belanda. (Baca: Warganya Dieksekusi Mati, Brazil dan Belanda Tarik Dubes dari Indonesia)
Pasalnya, jika tidak ada hukuman mati, Warga Negara Asing (WNA) tidak akan kapok mendistribusikan narkoba di Indonesia.
"Tarik saja (dubesnya) tidak apa-apa," ujar Margarito di Warung Komando, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu 18 Januari 2015.
"Jika narkoba beredar di Indonesia, dia mau buat apa, mau buat mati bangsa ini? Jangan lagi bangsa kita dijajah oleh Belanda," imbuhnya.
(maf)