Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Rabu, 14 Januari 2015 - 11:02 WIB
Pariwisata dan Ekonomi...
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
A A A
Sri Kisarah Husna.
Mahasiswi Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Brawijaya

Pembangunan ekonomi dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menekan risiko melemahnya perekonomian nasional akibat arus liberalisasi.

Indonesia selalu mengekspor barang-barang mentah dengan harga jual rendah. Sedangkan dari perspektif impor, Indonesia menjadi negara konsumeristik liberal yang mengonsumsi barang jadi secara massal. Secara ekonomi, ini dapat mengakibatkan defisitnya neraca perdagangan.

Terlebih jika arus liberalisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA/AEC) 2015ini tidak dialihcarakan, bukan hal yang mengherankan jika kita terus menerus menjadi budak di negara kita sendiri. Oleh karena itu, sektor pariwisata sebagai salah satu destinasi mancanegara, sedangkan ekonomi kreatif sebagai nilai tambah pariwisata dapat menjadi sinergi yang sempurna.

Pariwisata dan ekonomi kreatif adalah salah satu jalan untuk menjual Indonesia pada dunia tanpa bisa dilemahkan dari sudut pengolahan maupun pemasaran. Sebab, kemandirian dalam bidang ini mampu dipersaingkan.

Persaingan dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif bukan tanpa tantangan. Kemandirian yang digadanggadang dapat memajukan, dapat tergerus pula jika investasi asing turut andil besar. Menimbang bahwa MEA 2015 ini merupakan pintu arus bebas lalulintas barang, jasa maupun modal, bukan tidak mungkin hal itu terjadi ketika Indonesia baru saja memulai pembangunannya.

Oleh karena itu, kita harus siap dan kita harus mampu terapkan seni menjadi magnet. Dengan begitu, ketika mata mancanegara dapat tertarik ke dalam, secara otomatis mata masyarakat lokal tidak melulu bangga memandang keluar. Dalam hal ini, MEA dapat menjadi wadah strategis untuk mempermudah pintu akses dunia pada pembangunan yang berdaya jual di negara-negara anggotanya.

Dengan begitu, keuntungan yang di dapat tidak hanya bersumber pada hal ekonomi, namun juga harga diri, kedaulatan NKRI. Garuda mampu menjadi sentral, mampu terbang tinggi jangkau langit ekonomi dalam bingkai komunitas ASEAN. Pariwisata dan ekonomi kreatif bisa menjadi salah satu pilihan persaingan sebab sektor ini bisa menjadi pengalihan atas keterpurukan di sektor-sektor pembangunan ekonomi lainnya.

ASEAN merupakan medan persaingan bebas yang strategis untuk dimanfaatkan, sekaligus potensial untuk menenggelamkan. Maka jika pada akhirnya kompetisi harus menjadi satu-satunya pilihan, tidak ada jalan lain selain hadapi, ikuti.
(ars)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Siap-Siap Cek Rekening,...
Siap-Siap Cek Rekening, Gaji ke-13 Pensiunan ASN Resmi Disalurkan Mulai 2 Juni
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Lantik 221 PNS DPD RI,...
Lantik 221 PNS DPD RI, M Iqbal Tekankan Budaya Kerja yang Berintegritas
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Gedung Pemkab Lamongan
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Mama Sinta Laporkan...
Mama Sinta Laporkan Dandhy Laksono soal Film Pesta Babi, Polisi Lakukan Pendalaman
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved