Harapan di Tengah Kegaduhan Politik

Selasa, 06 Januari 2015 - 11:17 WIB
Harapan di Tengah Kegaduhan...
Harapan di Tengah Kegaduhan Politik
A A A
Seberapa bagus apa pun rencana di tahun 2015 yang digagas pemerintah pasti ada halangan. Bila kegaduhan politik tak segera dicari penyelesaiannya, untuk memajukan Indonesia di tahun mendatang hanya mimpi belaka.

Para elite politik menjadi ”wakil rakyat” karena dipilih tentu untuk membela kepentingan rakyat. Apa jadinya Indonesia di tahun 2015 bila elite politiknya masih saling ”adu pedang”? Indonesia di tahun 2014 memiliki titik potensi perubahan. Karena memiliki pemimpin baru, yang sudah pasti diikuti kebijakan baru yang membawa harapan baru. Di sisi lain, Indonesia di tahun 2014 juga memiliki potensi perpecahan.

Karena pemerintahan diisi dua kubu yang belum berdamai setelah pemilu. Perlu adanya harmonisasi dalam pemerintahan Indonesia di tahun 2015. Salah satu contohnya adalah keberadaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Tahun 2015 membawa suatu peluang sekaligus tantangan bagi ekonomi Indonesia.

Sebab terjadi aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik dari dan ke masingmasing negara anggota ASEAN. Selain itu, di tengah kegaduhan politik ini. Kita perlu bersiaga mengingat di awal tahun biasanya beberapa wilayah di Indonesia terendam banjir. Ini juga jadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Bencana seperti tanah longsor dan gempa bumi juga terjadi di awal tahun 2014 kemarin.

Tentu pemerintah membutuhkan banyak tenaga dan pikiran agar bisa menanggulangi permasalahan yang ada. Kita rasa para elite politik ingin menutup mata akan hal itu sehingga terus menerus melakukan kegaduhan politik demi kepentingan para elite. Cepat atau lambat para elite politik yang melakukan delik pasti bakal kena batunya karena kegaduhan sudah memecah konsentrasi rakyat.

Harapan di tahun 2015 bagi Indonesia. Pada dasarnya adalah memperbaiki diri kita. Jutaan penduduk Indonesia yang ada memiliki andil dalam membangun bangsa ke arah yang lebih positif. Meski terkesan sepele dan sederhana, tapi sebagian dari masyarakat Indonesia yang baik tentunya akan memberi efek baik kepada sebagian lainnya.

Seperti digambarkan dalam film Pay It Forward (2000). Satu kebaikan akan tumbuh berbagai cabang kebaikan lainnya. Hingga pada akhirnya membawa banyak orang saling terhubung dalam siklus kebaikan.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved