Pasar Tunggal dan Ekonomi Maritim

Selasa, 06 Januari 2015 - 11:15 WIB
Pasar Tunggal dan Ekonomi...
Pasar Tunggal dan Ekonomi Maritim
A A A
Sambut tahun 2015, Indonesia dan negara ASEAN lainnya akan menghadapi AFTA (ASEAN Free Trade Area ) demi membangun pasar tunggal dan kesatuan basis produksi yang borderless.

Hal ini dituangkan dalam empat pilar, di antaranya pengembangan perekonomian, pasar tunggal, pemerataan ekonomi, dan peningkatan daya saing global. Salah satu alasan pembentukan pasar tunggal adalah menjawab tantangan dalam meningkatkan persaingan di kawasan regional akibat kebangkitan Tiongkok dan India. Indonesia menghadapi tantangan besar dalam integrasi ekonomi regional.

Tantangan terbesarnya adalah tingkat daya saing global yang rendah di bidang ekonomi. The Global Competitiveness Report 2014-2015 yang dirilis World Economic Forum melaporkan tingkat daya saing global Indonesia dalam bidang ekonomi berada di urutan ke-34 dari 144 negara. Indonesia terancam hanya akan menjadi tempat pemasaran apabila AFTA diberlakukan.

Di sisi lain, Indonesia dituntut untuk bisa menjadi pelaku utama dalam AFTA 2015. Oleh karena itu, Indonesia harus melakukan akselerasi pembangunan ekonomi. Membangun perekonomian Indonesia dalam menghadapi AFTA salah satunya dapat dilakukan melalui bidang maritim. Hal ini penting mengingat komoditas laut Indonesia memiliki keunggulan komparatif di kawasan ASEAN.

Produksi ikan di Indonesia saja memiliki total nilai ekonomi mencapai USD1,2 triliun setiap tahun atau 7,5 kali lipat APBN 2014. Pemerintah perlu menaruh perhatian lebih pada sektor maritim. Pertama, pembangunan infrastruktur laut untuk mendukung produksi laut, meliputi pendekatan integratif, antara lain bisnis, pengolahan, subsistem produksi, dan pemasaran.

Kedua, sosialisasi peningkatan kesadaran publik tentang arti penting perikanan perlu disuarakan secara utuh. Setiap individu harus membiasakan mengonsumsi ikan laut untuk mengoptimalkan potensi laut serta meningkatkan angka permintaan terhadap hasil laut.

Tingkat konsumsi ikan kita masih berkisar 23 kg/orang/tahun atau setara dengan seperlima dari bangsa Jepang yang ketergantungan terhadap ikan yang senilai 110 kg/orang/tahun. Apabila sektor laut mendapat perhatian yang baik seperti itu, AFTA 2015 bukan lagi tantangan serius. Survei McKinsey Global Institute mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi negara maju tahun 2030 bukan mustahil akan tercapai.
(bbg)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved