Polisi Harus Berkreasi dan Berinovasi
Senin, 05 Januari 2015 - 14:25 WIB
Polisi Harus Berkreasi dan Berinovasi
A
A
A
JAKARTA - Anggota kepolisian angkatan 2002 Lido menggelar reuni akbar di halaman Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya kemarin.
Dalam acara ini dilakukan pembagian 120 rompi dan helm kepada tukang ojek serta santunan kepada 120 anak yatim. Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen Pol Nandang Jumantara mengatakan, reuni akbar ini merupakan hal positif. Meski dibalut dengan kemeriahan, diamengimbauacarainitidak hanya dijadikan ajang kangenkangenan.
“Harus bisa dijadikan momentum berkreasi dan berinovasi dalam rangka memasyarakatkan Polri,” ujarnya. Melalui tema “Satu Hati Bagimu Negeri” diharapkan anggota yang tergabung dalam Organisasi Lidya Dharma Tama bisa mengemban tugas sebagaimana mestinya. Sesuai instruksi Kapolri, petugas di lapangan juga harus mengubah pola hidup, tidak lagi selalu mengedepankan hidup mewah.
Saat ini Polri berusaha menjadi pelayan masyarakat agar ke depan institusi Polri memiliki pelayanan publik yang unggul, dari tatanan paling bawah. Artinya Polri yang diharapkan masyarakat ke depannya bisa terwujud. “Tentu setiap anggota yang datang harus bisa menumbuhkan energi positif, tinggalkan foya-foya dan perilaku menyimpang,” katanya.
Ketua Panitia Akbar Lidya Dharma Tama 23 Rosadi H mengungkapkan, seluruh anggota yang menempuh pendidikan di Lido, Pusdik Porong, lulus pada 2002 merupakan anggota Lidya Dharma Tama, organisasi untuk anggota Polri. Setelah 12 tahun berpisah, pihaknya sengaja mengadakan reuni agar rasa rindu bisa terobati.
“Pada acara ini juga diberikan jaket dan helm yang merupakan sumbangsih anggota kepolisian kepada tukang ojek agar bisa menjadi pelopor keselamatan,” ujarnya. Menurut dia, tukang ojek merupakan orang yang hidup di jalanan, sehingga dengan pemberian helm ini bisa memotivasi tukang ojek untuk menjadi role modeldalam berkendara.
Ridwansyah
Dalam acara ini dilakukan pembagian 120 rompi dan helm kepada tukang ojek serta santunan kepada 120 anak yatim. Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen Pol Nandang Jumantara mengatakan, reuni akbar ini merupakan hal positif. Meski dibalut dengan kemeriahan, diamengimbauacarainitidak hanya dijadikan ajang kangenkangenan.
“Harus bisa dijadikan momentum berkreasi dan berinovasi dalam rangka memasyarakatkan Polri,” ujarnya. Melalui tema “Satu Hati Bagimu Negeri” diharapkan anggota yang tergabung dalam Organisasi Lidya Dharma Tama bisa mengemban tugas sebagaimana mestinya. Sesuai instruksi Kapolri, petugas di lapangan juga harus mengubah pola hidup, tidak lagi selalu mengedepankan hidup mewah.
Saat ini Polri berusaha menjadi pelayan masyarakat agar ke depan institusi Polri memiliki pelayanan publik yang unggul, dari tatanan paling bawah. Artinya Polri yang diharapkan masyarakat ke depannya bisa terwujud. “Tentu setiap anggota yang datang harus bisa menumbuhkan energi positif, tinggalkan foya-foya dan perilaku menyimpang,” katanya.
Ketua Panitia Akbar Lidya Dharma Tama 23 Rosadi H mengungkapkan, seluruh anggota yang menempuh pendidikan di Lido, Pusdik Porong, lulus pada 2002 merupakan anggota Lidya Dharma Tama, organisasi untuk anggota Polri. Setelah 12 tahun berpisah, pihaknya sengaja mengadakan reuni agar rasa rindu bisa terobati.
“Pada acara ini juga diberikan jaket dan helm yang merupakan sumbangsih anggota kepolisian kepada tukang ojek agar bisa menjadi pelopor keselamatan,” ujarnya. Menurut dia, tukang ojek merupakan orang yang hidup di jalanan, sehingga dengan pemberian helm ini bisa memotivasi tukang ojek untuk menjadi role modeldalam berkendara.
Ridwansyah
(ars)