2015 Diharapkan Jadi Tahun Kerja Sama Presiden dan DPR
Rabu, 31 Desember 2014 - 17:01 WIB
2015 Diharapkan Jadi Tahun Kerja Sama Presiden dan DPR
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyampaikan refleksi tahun 2014 sebagai salah satu pemimpin DPR. Menurutnya, tahun 2014 menjadi tahun terpenting atas terselenggaranya pemilihan umum (pemilu).
Fahri pun berharap di tahun 2015 tak ada lagi kompetisi politik. Namun, lebih mengedepankan kerja sama antara DPR dengan pemerintah.
"Kita semua perlu menunjukkan bukti atas semua janji. Terutama presiden yang memang disumpah untuk kerja pelaksanaan (eksekusi)," ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (31/12/2014).
Kata dia, di tahun yang akan datang Presiden Jokowi harus melihat ke depan sebagai tahun bekerjasama memenuhi janji tersebut. Sementara DPR tentu tetap harus menjalankan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.
"Peran ini tidak bisa dikurangi hanya karena kita ingin menghibur pemerintah tetapi fungsi DPR yang ketat itulah yang dapat membantu perbaikan kinerja pemerintah demi rakyat Indonesia," terangnya.
Ditambahkan Fahri, bangsa Indonesia disajikan riuh rendah dialektika politik pasca era reformasi. Karenanya, ke depan diharapkan kompetisi itu menjadi hal yang membawa perbaikan untuk demokrasi di Tanah Air.
"Demokrasi kitalah yang merangkai kompetisi dalam bingkai kooperasi. Demokrasi yang tunduk di bawah keinsyafan sebagai bangsa yang Berketuhanan yang Maha Esa dalam tanggung jawabnya kepada kesejahteraan rakyat," tuntasnya.
Fahri pun berharap di tahun 2015 tak ada lagi kompetisi politik. Namun, lebih mengedepankan kerja sama antara DPR dengan pemerintah.
"Kita semua perlu menunjukkan bukti atas semua janji. Terutama presiden yang memang disumpah untuk kerja pelaksanaan (eksekusi)," ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (31/12/2014).
Kata dia, di tahun yang akan datang Presiden Jokowi harus melihat ke depan sebagai tahun bekerjasama memenuhi janji tersebut. Sementara DPR tentu tetap harus menjalankan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.
"Peran ini tidak bisa dikurangi hanya karena kita ingin menghibur pemerintah tetapi fungsi DPR yang ketat itulah yang dapat membantu perbaikan kinerja pemerintah demi rakyat Indonesia," terangnya.
Ditambahkan Fahri, bangsa Indonesia disajikan riuh rendah dialektika politik pasca era reformasi. Karenanya, ke depan diharapkan kompetisi itu menjadi hal yang membawa perbaikan untuk demokrasi di Tanah Air.
"Demokrasi kitalah yang merangkai kompetisi dalam bingkai kooperasi. Demokrasi yang tunduk di bawah keinsyafan sebagai bangsa yang Berketuhanan yang Maha Esa dalam tanggung jawabnya kepada kesejahteraan rakyat," tuntasnya.
(kri)