Berdaulat di Sektor Maritim
Rabu, 31 Desember 2014 - 09:17 WIB
Berdaulat di Sektor Maritim
A
A
A
Asa menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia kini mendapat angin segar. Ini atas dedikasi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang gigih dalam upaya mengoptimalkan Indonesia sebagai negara berkedaulatan maritim.
Bahkan, tidak lama beliau menemui Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio guna mengamankan wilayah perairan Indonesia dari oknum asing pencuri ikan. Pasalnya, hingga November 2014 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menangkap 35 kapal pencuri ikan. Spirit Susi memang sejalan dengan hasrat Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk meningkatkan sektor kelautan.
Dukungan merealisasikannya pun tidak sedikit. Para cendekiawan dalam ”Temu Akbar II Mufakat Budaya Indonesia” juga sepakat bahwa sektor maritim menjadi bagian yang tak terpisahkan dari peta pembangunan yang berkelanjutan. Selama ini hanya sektor darat yang menjadi sasaran sebagai penopang pembangunan bangsa.
Upaya Susi juga sesuai dengan amanat Bung Karno bahwa untuk menjadi negara yang kuat dan sejahtera, Indonesia harus menjadi negara bahari. Di sisi lain, Wahyono (2009) menegaskan bahwa letak Indonesia sangat strategis. Berada tepat di titik pertemuan jalur komunikasi dunia antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia,
serta diapit dua benua yakni Asia dan Australia, sehingga Indonesia menjadi jembatan antara negara barat dan timur. Karena itu, laut Indonesia memiliki nilai ekonomis yang cukup potensial untuk menopang pembangunan perekonomian nasional.
Bahkan, tidak lama beliau menemui Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio guna mengamankan wilayah perairan Indonesia dari oknum asing pencuri ikan. Pasalnya, hingga November 2014 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menangkap 35 kapal pencuri ikan. Spirit Susi memang sejalan dengan hasrat Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk meningkatkan sektor kelautan.
Dukungan merealisasikannya pun tidak sedikit. Para cendekiawan dalam ”Temu Akbar II Mufakat Budaya Indonesia” juga sepakat bahwa sektor maritim menjadi bagian yang tak terpisahkan dari peta pembangunan yang berkelanjutan. Selama ini hanya sektor darat yang menjadi sasaran sebagai penopang pembangunan bangsa.
Upaya Susi juga sesuai dengan amanat Bung Karno bahwa untuk menjadi negara yang kuat dan sejahtera, Indonesia harus menjadi negara bahari. Di sisi lain, Wahyono (2009) menegaskan bahwa letak Indonesia sangat strategis. Berada tepat di titik pertemuan jalur komunikasi dunia antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia,
serta diapit dua benua yakni Asia dan Australia, sehingga Indonesia menjadi jembatan antara negara barat dan timur. Karena itu, laut Indonesia memiliki nilai ekonomis yang cukup potensial untuk menopang pembangunan perekonomian nasional.
(bbg)