Pemerintah & DPR Tertutup Saat Bahas Aturan Dana Kampanye

Senin, 15 Desember 2014 - 17:19 WIB
Pemerintah & DPR Tertutup...
Pemerintah & DPR Tertutup Saat Bahas Aturan Dana Kampanye
A A A
JAKARTA - Direktur Lembaga Survei Indikator Burhanuddin Muhtadi mengatakan, isu transparansi dana kampanye pemilu kurang menjadi fokus bagi pengambil kebijakan dalam hal ini anggota DPR.

Menurut Burhan, diduga ada sikap kesengajaan dari anggota dewan secara tertutup saat membahas regulasi atau aturan terkait pembahasan dana kampanye pemilu.

"Ada kesengajaan dari DPR atau pemerintah untuk tidak memperjelas isu (dana kampanye) ini," kata Burhan saat menjadi pembicara dalam rilis survei ICW, di Hotel Sari Pan Pacifik, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2014).

Burhan menjelaskan, acapkali pemerintah dan DPR membahas soal Undang-undang (UU) Pemilu, khususnya aturan dana kampanye pemilu, saat itu pula terkesan kompromis. Sehingga, regulasi yang dikeluarkan cenderung sulit dikritisi.

Diakuinya, penegakan hukum dalam aturan dana kampanye pemilu juga dinilai lemah. Sehingga, dalam periode ke periode pemilu, isu mengenai dana kampanye hanya menjadi 'suratan' yang bersifat administratif.

"Takut pada isu kepemimpinan politik. Karena dianggap calon yang akan menempati piramida eksekutif dan legislatif terjebak siapa yang memimpin nasional," ujarnya.

Seperti diketahui, Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis hasil penelusurannya soal temuan dana kampanye saat Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Dalam penelusurannya, diduga ada dana kampanye fiktif mengalir kepada kedua kandidat Pilpres 2014.

"Adanya indikasi penyumbang fiktif sebesar 5,2 persen dari total penyumbang semua pasang kandidat," kata Divisi Monitoring ICW, Firdaus Ilyas, saat memaparkan hasil kajian monitoring dana kampanye Pilpres 2014 di Hotel Sari Pan Pacifik.
(maf)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
Penyidik KPK Datangi...
Penyidik KPK Datangi Rumah Silmy Karim di Jalan Brawijaya Jaksel
Relawan Jokowi Sebut...
Relawan Jokowi Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi Menguras Energi
Breaking News! Silmy...
Breaking News! Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Copot 3 Pimpinan BGN,...
Copot 3 Pimpinan BGN, Prabowo: Saya Sedih, Mengganti Orang yang Saya Sayangi
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Sepak Bola dan Organisme...
Sepak Bola dan Organisme Kepercayaan
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved