Dubes Korsel ke DPR Bahas Pertemuan Parlemen 5 Negara
Senin, 15 Desember 2014 - 14:57 WIB
Dubes Korsel ke DPR Bahas Pertemuan Parlemen 5 Negara
A
A
A
JAKARTA - Pemimpin DPR pagi ini menerima kedatangan Duta Besar (Dubes) Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia, Taiyoung Cho.
Usai menerima tamu negara tersebut, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memaparkan, pertemuan itu membahas terkait kegiatan konsultasi antara pemimpin parlemen lima negara yang akan dilaksanakan di Korea Selatan pada 2015 mendatang.
"Pertemuan itu bernama MIKTA yang berupa gabungan pimpinan parlemen Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2014).
"Kami dalam kordinasi dengan pemerintah Korsel ingin mengintensifkan ini, kebetulan tahun depan di Seoul ada pertemuan konsultasi antara pimpinan parlemen lima negara," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memberi saran, agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) meniru Korsel dalam hal pertumbuhan industri.
Dia mengutip sebuah teori yang menyebutkan 'from imitiation to inovation'. Industri otomotif hingga elektronik yang berkembang di Negeri Ginseng itu diharapkan bisa jadi contoh untuk Indonesia.
"Kita tahu Korsel merupakan negara yang secara industri memang sangat progresif. Kebetulan Presiden Jokowi baru dari sana. Saya juga bikin di Twitter supaya Pak Jokowi meniru cara pertumbuhan di Korsel," kata Fahri.
Usai menerima tamu negara tersebut, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memaparkan, pertemuan itu membahas terkait kegiatan konsultasi antara pemimpin parlemen lima negara yang akan dilaksanakan di Korea Selatan pada 2015 mendatang.
"Pertemuan itu bernama MIKTA yang berupa gabungan pimpinan parlemen Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2014).
"Kami dalam kordinasi dengan pemerintah Korsel ingin mengintensifkan ini, kebetulan tahun depan di Seoul ada pertemuan konsultasi antara pimpinan parlemen lima negara," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu memberi saran, agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) meniru Korsel dalam hal pertumbuhan industri.
Dia mengutip sebuah teori yang menyebutkan 'from imitiation to inovation'. Industri otomotif hingga elektronik yang berkembang di Negeri Ginseng itu diharapkan bisa jadi contoh untuk Indonesia.
"Kita tahu Korsel merupakan negara yang secara industri memang sangat progresif. Kebetulan Presiden Jokowi baru dari sana. Saya juga bikin di Twitter supaya Pak Jokowi meniru cara pertumbuhan di Korsel," kata Fahri.
(maf)