Ini yang Menyebabkan DPR Selalu Gaduh
Sabtu, 13 Desember 2014 - 11:36 WIB
Ini yang Menyebabkan DPR Selalu Gaduh
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Sejak dilantik pada 1 Oktober lalu, DPR periode 2014-2019 dilanda berbagai persoalan internal.
Masalah itu menyangkut hubungan antara fraksi-fraksi partai politik pendukung pemerintah yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan fraksi nonpemerintah, Koalisi Merah Putih (KMP).
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Masyitoh Husnan mengatakan, perbedaan pendapat yang terjadi di DPR disinyalir lantaran tersumbatnya komunikasi di antara aktor politik DPR.
"Saya bertanya sekaligus sedikit mengamini telah terjadi komunikasi politik yang tersumbat di parlemen, nanti kita bedah," tutur Masyitoh dalam seminar bertajuk Potret Komunikasi Politik Parlemen Republik Indonesia di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (13/12/2014).
Untuk mengatasi masalah tersebut, kata dia, perlu adanya komunikasi politik ulang. Komunikasi politik ulang itu tidak hanya harus dilakukan itu antara aktor politik di DPR, tapi juga antarpemimpin partai politik.
Menurut dia, selama KMP dan KIH tidak memperbaiki komunikasi politiknya dengan menyingkirkan egonya masing-masing, kegaduhan akan terus terjadi.
"Dibutuhkan kesadaran bersama para elite politik untuk menempatkan kepentingan bangsa, rakyat di atas semuanya," tuturnya.
Masalah itu menyangkut hubungan antara fraksi-fraksi partai politik pendukung pemerintah yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan fraksi nonpemerintah, Koalisi Merah Putih (KMP).
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Masyitoh Husnan mengatakan, perbedaan pendapat yang terjadi di DPR disinyalir lantaran tersumbatnya komunikasi di antara aktor politik DPR.
"Saya bertanya sekaligus sedikit mengamini telah terjadi komunikasi politik yang tersumbat di parlemen, nanti kita bedah," tutur Masyitoh dalam seminar bertajuk Potret Komunikasi Politik Parlemen Republik Indonesia di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (13/12/2014).
Untuk mengatasi masalah tersebut, kata dia, perlu adanya komunikasi politik ulang. Komunikasi politik ulang itu tidak hanya harus dilakukan itu antara aktor politik di DPR, tapi juga antarpemimpin partai politik.
Menurut dia, selama KMP dan KIH tidak memperbaiki komunikasi politiknya dengan menyingkirkan egonya masing-masing, kegaduhan akan terus terjadi.
"Dibutuhkan kesadaran bersama para elite politik untuk menempatkan kepentingan bangsa, rakyat di atas semuanya," tuturnya.
(dam)