Nasdem Dukung Penuh Jokowi Naikkan Harga BBM
Rabu, 19 November 2014 - 15:09 WIB
Nasdem Dukung Penuh Jokowi Naikkan Harga BBM
A
A
A
JAKARTA - Partai Nasdem mendukung penuh kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Jhonny Plate mengatakan, subsidi yang digunakan untuk BBM dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur khususnya dalam bidang pertanian dan nelayan. Namun, tidak melupakan kesejahteraan masyarakat.
"Kebijakan mengurangi subsidi BBM dan realokasi dari kegiatan konsumtif kepada kegiatan yang lebih produktif untuk pembangunan infrastuktur," ujar Johnny kepada Sindonews, Jakarta, Rabu, (19/11/2014).
"Khusususnya infrastruktur yang terkait langsung dengan aktivaitas pertanian rakyat dan nelayan dengan tetap memberi perlindungan kesejahteraan bagi kelompok miskin dan hampir miskin sejumlah lebih dari 15 juta keluarga," sambungnya.
Dengan begitu, kata dia, Partai Nasdem mendukung dan mengawal secara penuh kebijakan Jokowi tersebut. "(Kebijakan ini akan) didukung dan akan dikawal sepenuhnya oleh Partai Nasdem," jelasnya.
Menurut Johnny, pemberian subsidi BBM selama ini menghabiskan dana APBN lebih dari Rp700 triliun selama lima tahun dan menghasilkan jumlah keluarga miskin yang semakin bertambah.
Sehingga, ia merasa penting kebijakan tersebut diganti dengan kebijakan yang baru. "Karena gagal mengurangi jumlah kemiskinan perlu diperbaiki dengan kebijakan yang memungkinkan aktivitas ekonomi rakyat yang lebih produktif dan efisien," tutur Johnny.
Johnny yakin, kebijakan Jokowi akan memberikan peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada APBN akibat dari kemiskinan yang absolut.
Dia juga berharap, Jokowi dapat menjelaskan secara transparan alasan menaikkan harga BBM agar rakyat dapat mendukung kebijakan tersebut.
"Kebijakan ini pasti tidak mudah untuk dipahami dan dipercaya, maka pemerintah berkewajiban memberikan penjelasan yang terbuka dan menyeluruh."
"Agar reaksi masyarakat dapat lebih proposional dan bisa mendukung dan dapat menggerakan perekonomian masyarakat marginal (usaha mikro dan kecil) di pedesaan dan nelayan," tandasnya.
Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Jhonny Plate mengatakan, subsidi yang digunakan untuk BBM dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur khususnya dalam bidang pertanian dan nelayan. Namun, tidak melupakan kesejahteraan masyarakat.
"Kebijakan mengurangi subsidi BBM dan realokasi dari kegiatan konsumtif kepada kegiatan yang lebih produktif untuk pembangunan infrastuktur," ujar Johnny kepada Sindonews, Jakarta, Rabu, (19/11/2014).
"Khusususnya infrastruktur yang terkait langsung dengan aktivaitas pertanian rakyat dan nelayan dengan tetap memberi perlindungan kesejahteraan bagi kelompok miskin dan hampir miskin sejumlah lebih dari 15 juta keluarga," sambungnya.
Dengan begitu, kata dia, Partai Nasdem mendukung dan mengawal secara penuh kebijakan Jokowi tersebut. "(Kebijakan ini akan) didukung dan akan dikawal sepenuhnya oleh Partai Nasdem," jelasnya.
Menurut Johnny, pemberian subsidi BBM selama ini menghabiskan dana APBN lebih dari Rp700 triliun selama lima tahun dan menghasilkan jumlah keluarga miskin yang semakin bertambah.
Sehingga, ia merasa penting kebijakan tersebut diganti dengan kebijakan yang baru. "Karena gagal mengurangi jumlah kemiskinan perlu diperbaiki dengan kebijakan yang memungkinkan aktivitas ekonomi rakyat yang lebih produktif dan efisien," tutur Johnny.
Johnny yakin, kebijakan Jokowi akan memberikan peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada APBN akibat dari kemiskinan yang absolut.
Dia juga berharap, Jokowi dapat menjelaskan secara transparan alasan menaikkan harga BBM agar rakyat dapat mendukung kebijakan tersebut.
"Kebijakan ini pasti tidak mudah untuk dipahami dan dipercaya, maka pemerintah berkewajiban memberikan penjelasan yang terbuka dan menyeluruh."
"Agar reaksi masyarakat dapat lebih proposional dan bisa mendukung dan dapat menggerakan perekonomian masyarakat marginal (usaha mikro dan kecil) di pedesaan dan nelayan," tandasnya.
(kri)