Pengamat: Rasionalisasi Harga BBM Agar Subsidi Tepat Sasaran
Jum'at, 02 September 2022 - 02:35 WIB
loading...
Rasionalisasi harga BBM dinilai bisa menjadi salah satu kebijakan untuk penggunaan anggaran subsidi yang tepat sasaran. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Rasionalisasi harga BBM dinilai bisa menjadi salah satu kebijakan untuk penggunaan anggaran subsidi yang tepat sasaran. Faktanya, mayoritas pengguna BBM bersubsidi adalah kelompok masyarakat mampu.
"Berdasarkan informasi yang kita dapatkan dari pemerintah, subsidi Pertalite hanya 20% dinikmati oleh kelompok masyarakat miskin. Sedangkan solar hanya dinikmati sekitar 5% dari kelompok masyarakat miskin dari total pengguna subsidi. Artinya memang tidak tepat sasaran subsidi selama ini," ujar Pengamat Ekonomi Unika Atma Jaya Rosdiana Sijabat, Kamis (1/9/2022). Baca juga: Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Sementara, anggaran negara untuk subsidi BBM selalu melonjak. Data Kementerian Keuangan menyebut kenaikan subsidi dan kompensasi untuk bahan bakar minyak (BBM) menjadi Rp502,4 triliun.
Sejak 2018 hingga 2022 subsidi melonjak, dari Rp130-Rp140 triliun menjadi Rp208 triliun atau naik Rp79,9 triliun. "Mungkin ini momen rasionalisasi harga karena ada pengurangan subsidi, supaya yang mendapat subsidi benar-benar mereka yang membutuhkan," jelas Rosdiana.
Di sisi lain, pemerintah menyiapkan bantalan sosial tambahan Rp24,17 triliun untuk mencegah dampak penyesuaian harga BBM terhadap masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Tiga jenis bantalan sosial yang akan segera pemerintah salurkan: Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan pemerintah daerah diminta menyiapkan sebesar 2% dari Dana Transfer Umum (DTU), yaitu DAU (Dana Alokasi Umum) dan DBH (Dana Bagi Hasil), untuk pemberian subsidi di sektor transportasi.
"Berdasarkan informasi yang kita dapatkan dari pemerintah, subsidi Pertalite hanya 20% dinikmati oleh kelompok masyarakat miskin. Sedangkan solar hanya dinikmati sekitar 5% dari kelompok masyarakat miskin dari total pengguna subsidi. Artinya memang tidak tepat sasaran subsidi selama ini," ujar Pengamat Ekonomi Unika Atma Jaya Rosdiana Sijabat, Kamis (1/9/2022). Baca juga: Indonesia Termasuk Kelompok Negara dengan Harga BBM Murah
Sementara, anggaran negara untuk subsidi BBM selalu melonjak. Data Kementerian Keuangan menyebut kenaikan subsidi dan kompensasi untuk bahan bakar minyak (BBM) menjadi Rp502,4 triliun.
Sejak 2018 hingga 2022 subsidi melonjak, dari Rp130-Rp140 triliun menjadi Rp208 triliun atau naik Rp79,9 triliun. "Mungkin ini momen rasionalisasi harga karena ada pengurangan subsidi, supaya yang mendapat subsidi benar-benar mereka yang membutuhkan," jelas Rosdiana.
Di sisi lain, pemerintah menyiapkan bantalan sosial tambahan Rp24,17 triliun untuk mencegah dampak penyesuaian harga BBM terhadap masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Tiga jenis bantalan sosial yang akan segera pemerintah salurkan: Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan pemerintah daerah diminta menyiapkan sebesar 2% dari Dana Transfer Umum (DTU), yaitu DAU (Dana Alokasi Umum) dan DBH (Dana Bagi Hasil), untuk pemberian subsidi di sektor transportasi.
Lihat Juga :