Jokowi Ancam Tenggelamkan Kapal Perompak di Laut Indonesia

Selasa, 18 November 2014 - 16:32 WIB
Jokowi Ancam Tenggelamkan...
Jokowi Ancam Tenggelamkan Kapal Perompak di Laut Indonesia
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) fokus untuk menjaga potensi dari sektor laut. Bahkan Jokowi meminta, jika ada kapal ilegal mencuri ikan di perairan Indonesia, supaya ditenggelamkan saja.

"Saya sampaikan, enggak usah tangkap-tangkapan. Langsung tenggelamkan 10 atau 20 baru nanti mikir," kata Jokowi di Istana, Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Hal itu dikatakan Jokowi saat menerima kunjungan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI tahun 2014.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan, akibat pencurian ikan atau illegal fishing, negara mengalami kerugian hingga ratusan triliun. Maka potensi di sektor laut harus benar-benar dimaksimalkan dan dijaga dengan baik.

"Setiap tahun kita kehilangan Rp300 triliun dari situ. Income yang masuk negara Rp300 miliar dari laut. Hilang sudah berapa tahun? Ini yang kita ulang-ulang," ucap Jokowi.

Jokowi mengatakan, awak kapal harus diselamatkan supaya tidak menjadi masalah.

"Tapi orangnya diselamatkan dulu. Nanti jadi ramai kalau sama negara lain. Kalau enggak kayak gitu, nanti kekayaan alam kita habis," tegas Jokowi.
(maf)
Berita Terkini
Geledah Ruangan Silmy...
Geledah Ruangan Silmy Karim, KPK Sita Uang Puluhan Juta
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
4 Prajurit TNI Penyiraman...
4 Prajurit TNI Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Divonis 1,5-3 Tahun Penjara, 2 Dipecat
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved