Mbah Moen Minta Tunggu Putusan PTUN

Rabu, 05 November 2014 - 17:14 WIB
Mbah Moen Minta Tunggu...
Mbah Moen Minta Tunggu Putusan PTUN
A A A
KUDUS - Sesepuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Maimoen Zubair meminta dua kubu yang sama-sama mengklaim sebagai ketua umum DPP yang sah yakni Djan Faridz dan Romahurmuziy (Romi) menunggu putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Menurutnya, PTUN yang akan menentukan siapa ketua umum PPP yang sah. Ulama yang akrab disapa Mbah Moen tersebut mengatakan, nasib partai kini di tangan majelis hakim PTUN setelah upaya islah yang digagas Majelis Syariah PPP tertutup dan gagal mendamaikan dua kubu yang terlibat perseteruan panjang. Menurut Mbah Moen, Majelis Syariah DPP PPP sudah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengakhiri dualisme kepemimpinan, tapi upaya tersebut kandas. “Kita tunggu saja apa pun hasil PTUN,” kata Mbah Moen di Kudus kemarin.

Konflik di tubuh PPP makin meruncing setelah masingmasing kubu yang berseberangan menggelar muktamar. Hasil Muktamar Surabaya memberikan mandat kepada Romi sebagai ketua umum, sedangkan Muktamar Jakarta memilih Djan Faridz sebagai ketua umum, menggantikan Suryadharma Ali (SDA). Konflik PPP kian rumit setelah Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly mengakui kepengurusan Romi tanpa menunggu proses islah yang dilakukan Mahkamah Partai dan Majelis Syariah PPP.

Mbah Moen menegaskan, PTUN menjadi penentu untuk mengakhiri dualisme kepengurusan tersebut. Dia mengimbau dua pihak yang sedang berseteru menghormati keputusan majelis hakim PTUN yang akan menyidangkan gugatan perdata yang dilayangkan kubu Djan Faridz. Djan menggugat putusan Menkumham tersebut ke PTUN karena dinilai menyalahi undang-undang.

Pengamat politik dari Universitas Mercu Buana, Jakarta, Heri Budianto menilai, dua kubu yang bertikai seharusnya bisa saling membuka diri dan mencoba untuk melakukan komunikasi kembali. “Terlepas dari legitimasi yang saat inisudah dikeluarkan Kemenkumham, saya rasa tidak ada salahnya duduk satu meja saja, membuka diri kembali dan mendengarkan apa keinginan masing-masing,” ungkap Heri kemarin.

Muhammad oliez/ Dian ramdhani
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved