Forum Rektor PT Muhammadiyah Kecam OKI hingga Negara Arab Atas Agresi Israel di Palestina
Selasa, 07 Mei 2024 - 14:22 WIB
loading...
Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (FR PTMA) mengecam OKI, Rabithah Alam Islami, hingga negara Arab yang membiarkan agresi militer Israel ke Palestina. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (FR PTMA) mengecam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Rabithah Alam Islami, hingga negara Arab. Ketiganya dianggap membiarkan agresi militer Israel ke Palestina .
Kecaman itu disampaikan Wakil Rektor II Uhamka Desvian Bandarsyah saat membacakan pernyataan sikap FR PTMA dalam aksi solidaritas serentak di 172 kampus di bawah naungan FR PTMA di Gedung FKPI Uhamka, Jakarta Timur, Selasa (7/5/2024).
Baca juga: Forum Rektor PT Muhammadiyah Gelar Aksi Kutuk Agresi Israel ke Palestina
"Mengecam OKI, Rabithah Alam Islami dan negara Arab yang bersikap lemah dan cenderung membiarkan Israel secara leluasa melakukan penyerangan dan pembunuhan umtuk kepentingan dalam negeri mereka sendiri," ujar Desvian.
Tak hanya itu, Desvian juga meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk tidak terbesit dalam membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
"Meminta kepada Pemerintah Indonesia agar tidak berpikir sedikitpun dan apalagi melakukan langkah-langkah politik untuk membuka hubungan diplomatik dengan negara agresor dan pelaku genosida Israel," tegasnya.
Ia mengingatkan konstitusi Indonesia telah mengamanatkan untuk tidak menerima penjajahan. Apalagi, katanya, hubungan Indonesia dengan Israel memiliki aspek sejarah yang panjang.
Kecaman itu disampaikan Wakil Rektor II Uhamka Desvian Bandarsyah saat membacakan pernyataan sikap FR PTMA dalam aksi solidaritas serentak di 172 kampus di bawah naungan FR PTMA di Gedung FKPI Uhamka, Jakarta Timur, Selasa (7/5/2024).
Baca juga: Forum Rektor PT Muhammadiyah Gelar Aksi Kutuk Agresi Israel ke Palestina
"Mengecam OKI, Rabithah Alam Islami dan negara Arab yang bersikap lemah dan cenderung membiarkan Israel secara leluasa melakukan penyerangan dan pembunuhan umtuk kepentingan dalam negeri mereka sendiri," ujar Desvian.
Tak hanya itu, Desvian juga meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk tidak terbesit dalam membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
"Meminta kepada Pemerintah Indonesia agar tidak berpikir sedikitpun dan apalagi melakukan langkah-langkah politik untuk membuka hubungan diplomatik dengan negara agresor dan pelaku genosida Israel," tegasnya.
Ia mengingatkan konstitusi Indonesia telah mengamanatkan untuk tidak menerima penjajahan. Apalagi, katanya, hubungan Indonesia dengan Israel memiliki aspek sejarah yang panjang.
Lihat Juga :