Jahit Mulut, 5 Mahasiswa Riau Siap Jadi Mayat di KPK

Sabtu, 01 November 2014 - 05:27 WIB
Jahit Mulut, 5 Mahasiswa...
Jahit Mulut, 5 Mahasiswa Riau Siap Jadi Mayat di KPK
A A A
JAKARTA - Lima mahasiswa dari dua universitas di Riau menggelar aksi jahit mulut di halaman Gedung KPK, Jakarta.

Selain menjahit mulutnya, mereka juga menggelar spanduk berukuran besar yang bertuliskan "Gerakan rakyat Kampar, usut tuntas korupsi Bupati Kampar Jefri Noer. Spanduk tersebut juga digunakan untuk menutupi tubuhnya untuk berbaring di lantai.

Koordinator aksi Aprianto mengatakan, aksi jahit mulut yang dilakukannya merupakan puncak dari kekesalannya terhadap hukum yang berlaku di Riau. Karena, dia bersama teman-temannya telah menuntut upaya hukum terhadap Jefri yang diduga melakukan korupsi tetapi tidak ada hasil dari pihak penegak hukum.

"Sehingga kita bungkam dengan melakukan aksi jahit mulut," ujar Aprianto di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (31 Oktober 2014.

Awalnya, kata dia, pihaknya akan melakukan aksi longmarch dari Kampar ke Jakarta. Namun warga Kampar tidak menghendakinya sehingga warga mengumpulkan dana untuk naik bus.

Kedatangannya ke KPK merupakan upaya untuk mendapatkan keadilan karena selama ini Bupati Kampar Jefri Noer telah melakukan dugaan korupsi hingga mencapai Rp1,4 triliun.

Di antara dugaan korupsi yang dilakukan Jefri Noer adalah
Program Penyuluhan Perikanan, Pertanian, Pertanakan dan Swadaya (P4S) dengan nilai mencapai Rp70 miliar. Jefri Noer diduga juga melakukan korupsi baju koko yang nilainya mencapai Rp4 miliar.

"Selain itu, Jefri Noer juga melakukan dugaan biaya jalan-jalan ke Eropa yang nilainya mencapai Rp2 miliar," jelasnya.

Terkait sampai kapan akan melakukan aksi jahit mulut, Aprianto menegaskan, jika tidak ditanggapi dan bertemu dengan Ketua KPK Abraham Samad maka pihaknya siap menunggu. Bila perlu pihaknya siap menjadi mayat jika perjuangannya tanpa hasil.

"Pantang pulang sebelum berhasil. Lebih terhormat pulang jadi mayat daripada pulang tidak membawa apa-apa," tegasnya.

Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, KPK sebagai lembaga publik antikorupsi selalu terbuka untuk menerima aspirasi masyarakat, baik dalam bentuk pengaduan maupun kritik dan saran.

Saat ditanya mahasiswa akan menginap jika tidak bertemu Ketua KPK Abraham Samad, Priharsa menuturkan, sampai saat ini pihaknya belum ada perwakilan yang nyampaikan dugaan korupsi Bupati Kampar ke Humas KPK.
(mhd)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved