Menteri Kabinet Jokowi Harap Ada Kompromi di DPR
Kamis, 30 Oktober 2014 - 20:48 WIB
Menteri Kabinet Jokowi Harap Ada Kompromi di DPR
A
A
A
JAKARTA - Adanya DPR tandingan ternyata membuat bingung para menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Para menteri berharap ada titik kompromi dalam penyelesaian persoalan.
"Mudah-mudahan akan ada titik kompromi. Masing-masing rakyat berikan suara terrepresentasikan di DPR dan DPD," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Seminar Internasional di Masjid Al Hikam Beji, Depok, Kamis (30/10/2014).
DPR harusnya mencontoh DPD yang bisa melakukan sinergi tanpa ada persoalan yang signifikan. Khofifah berharap cara DPD bisa dijadikan inspirasi bagi DPR dalam bersinergi dan meningkatkan kerja.
"DPD saja ternyata jauh lebih advance, lebih maju. DPR juga semoga begitu. Mudah-mudahan ada proses terinspirasi berjalan sangat baik, itu kan personifikasi di MPR ada dari DPR dan DPD," paparnya.
Khofifah mengajak kepada seluruh pihak dan rakyat yang sudah memberikan suara bersama-sama mengawal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"DPD sudah selesai, DPD new comer saja bisa lebih advance. Akan ada hari mereka jadi bagian dari sistem politik representasi rakyat," tutupnya.
"Mudah-mudahan akan ada titik kompromi. Masing-masing rakyat berikan suara terrepresentasikan di DPR dan DPD," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Seminar Internasional di Masjid Al Hikam Beji, Depok, Kamis (30/10/2014).
DPR harusnya mencontoh DPD yang bisa melakukan sinergi tanpa ada persoalan yang signifikan. Khofifah berharap cara DPD bisa dijadikan inspirasi bagi DPR dalam bersinergi dan meningkatkan kerja.
"DPD saja ternyata jauh lebih advance, lebih maju. DPR juga semoga begitu. Mudah-mudahan ada proses terinspirasi berjalan sangat baik, itu kan personifikasi di MPR ada dari DPR dan DPD," paparnya.
Khofifah mengajak kepada seluruh pihak dan rakyat yang sudah memberikan suara bersama-sama mengawal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"DPD sudah selesai, DPD new comer saja bisa lebih advance. Akan ada hari mereka jadi bagian dari sistem politik representasi rakyat," tutupnya.
(hyk)