Soal Tuduhan Bonaran, Bambang Widjojanto: Itu Sensasi Apa Fitnah?

Rabu, 15 Oktober 2014 - 19:19 WIB
Soal Tuduhan Bonaran,...
Soal Tuduhan Bonaran, Bambang Widjojanto: Itu Sensasi Apa Fitnah?
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengaku belum membaca laporan yang diserahkan tersangka kasus dugaan suap pengurusan Pilkada Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeang.

Laporan Bonaran itu terkait tuduhan yang menyebut Bambang meminta bantuan kepada mantan ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar untuk memenangkan gugatan sengketa Pilkada kota Waringin Barat.

"Saya tunggu saja laporannya. Karena nanti akan bisa dinilai ini sensasi atau fitnah atau ada relevansinya dengan kapasitas saya sebagai pimpinan KPK," kata Bambang, saat dihubungi, Jakarta, Rabu (15/10/2014).

Dalam hal ini, Bambang mengaku berhak untuk meluruskan. Menurutnya, setidaknya ada tiga hal untuk membantah tuduhan Bonaran.

Pertama kata dia, sepanjang menjadi lawyer tidak pernah sama sekali melakukan tindakan 'suap menyuap' untuk memenangkan kasus yang ditangani.

"Kedua, saya juga tidak pernah semobil dengan Akil untuk urusan kasus suap menyuap," ujarnya.

Ketiga, lanjut dia, ada banyak cara yang dilakukan para koruptor untuk menyelamatkan dirinya. Salah satunya dengan membuat sensasi yang tidak mendasarkan pada alat fakta dan bukti.

"Atau membuat isu lain yang jauh dari kepentingan untuk membela kesalahannya atas tuduhan korupsi," tukasnya.

Sebelumnya, Bonaran Situmeang diperiksa KPK terkait dugaan kasus suap kepada mantan ketua MK Akil Mochtar yang menjeratnya sebagai tersangka.

Dalam pemeriksaan itu, Bonaran mengaku akan menyerahkan sebuah laporan perihal dugaan keterlibatan Bambang Widjojanto dalam pengurusan sengketa Pilkada kota Waringin Barat.

Kata Bonaran, kala itu, tepatnya tahun 2010, Bambang menjadi kuasa hukum salah satu pasangan calon walikota Waringin Barat yang tengah mengurus sengketa Pilkada di MK.

Bambang disebutnya 'berulang kali' meminta bantuan kepada Akil Mochtar untuk memenangkan pasangan nomor urut 2, Ujang Iskandar-Bambang Purwanto, diketahui adalah kliennya.

Informasi dugaan keterlibatan Bambang yang ia laporkan ke KPK, bermula dari nota pembelaan (pledoi) Akil Mochtar saat disidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
(hyk)
Berita Terkait
Gugatan Jaksa Dipecat...
Gugatan Jaksa Dipecat Karena Korupsi Ditolak Mahkamah Konstitusi
Perbedaan Mahkamah Konstitusi...
Perbedaan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung
Menjaga Martabat Mahkamah...
Menjaga Martabat Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Kembali Diuji
Menimbang Mahkamah Konstitusi...
Menimbang Mahkamah Konstitusi Hari Ini
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi dalam Pusaran Politik
Berita Terkini
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Beda Jagoan Final Piala...
Beda Jagoan Final Piala Dunia dengan Gus Muhaimin, Bang Jamil: Persaudaraan Tetap Nomor Satu
Cita-cita Prabowo 14...
Cita-cita Prabowo 14 Tahun Lalu: Ingin Rakyat Indonesia Punya Taraf Hidup Tak Kalah dari Singapura
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan...
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan Don Ritto-Febrie Adriansyah: Satu Kampung
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Alasan Bersedia Menjadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Infografis
Donald Trump Marah Besar...
Donald Trump Marah Besar kepada Vladimir Putin, Ada Apa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved