Kubu Romi Kejar Muktamar PPP karena Kebelet Jatah Menteri

Rabu, 15 Oktober 2014 - 08:59 WIB
Kubu Romi Kejar Muktamar...
Kubu Romi Kejar Muktamar PPP karena Kebelet Jatah Menteri
A A A
SURABAYA - Ketua Majelis Pakar DPW PPP Jawa Timur Hafidz Maksum menganggap Muktamar PPP yang digelar oleh Sekjen DPP PPP Romahurmuziy (Romi) menabrak AD/ART Partai.

Bahkan, muktamar versi Romi Cs ini ibaratnya sudah kebelet untuk mengejar jabatan menteri di kabinet Jokowi-JK.

"Sesuai dengan AD/ART partai, muktamar digelar selambat-lambatnya 1 tahun setelah pemerintahan baru terbentuk. Kalau digelar pada 15 sampai 18 Oktober 2014 kan belum terbentuk pemerintahan baru. Ini muktamar kebelet," kata Hafidz di Surabaya, Selasa 14 Oktober 2014.

Ia menduga, kubu Romi CS kebelet memburu jabatan menteri di kabinet Jokowi-JK. Sehingga, harus menggelar muktamar.

"Biasanya sebelum muktamar ada rapat-rapat harian. Konsolidasi internal. Kemudian, ketua umum dan sekjen mengundang DPC-DPC untuk hadir dalam muktamar, bukan secara mendadak seperti ini," ujar mantan Ketua DPP PPP ini.

Menurutnya, dengan kondisi seperti ini, jika pihak Jokowi-JK menerima hasil muktamar yang gelar oleh Romi Cs, tentunya akan menjadikan preseden buruk.

Sebab, berdasarkan keputusan Dirjen AHU Kemenkum HAM, Kepengurusan DPP PPP yang diakui adalah hasil Muktamar VII di Bandung. Dalam muktamar itu, Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali dan Sekjen Romi.

Sementara amanat putusan dari Mahkamah PPP adalah mengamanatkan muktamar digelar pada 23 sampai 26 Oktober 2014 di Jakarta.

Meski demikian, Hafidz menjamin perbedaan ini tidak akan memicu terjadinya aksi anarkis kader dan simpatisan PPP.

"Tidak akan terjadi aksi anarkis di muktamar besok. Karena akan diselesaikan secara hukum. Dasar hukum sudah jelas siapa yang sesuai dan siapa yang melanggar," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
Berita Terkini
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
KPK Periksa Sekjen Kementerian...
KPK Periksa Sekjen Kementerian ATR/BPN dan Pejabat Kemenhut terkait Kasus Bupati Kuansing
Soal Jet Pribadi saat...
Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved