Wacana DPD Pimpin MPR, Kubu Jokowi Bantah untuk Jegal KMP
Minggu, 05 Oktober 2014 - 18:54 WIB
Wacana DPD Pimpin MPR, Kubu Jokowi Bantah untuk Jegal KMP
A
A
A
JAKARTA - Koalisi Jokowi-Jusuf Kalla (JK) sepakat dengan keinginan DPD agar senator diberi kesempatan menjadi Ketua MPR untuk periode 2014-2019.
Mereka membantah keinginan tersebut untuk menjegal dominasi Koalisi Merah Putih (KMP) yang sebelumnya mendapatkan kursi pimpinan DPR.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan, keputusan itu mereka sepakati agar pemilihan pimpinan MPR dilakukan secara musyawarah.
"Bukan (untuk menjegal), agar namanya MPR maka harus dicari musyawarah," kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini di kediaman Megawati Soekarnoputri, Menteng, Jakarta, Minggu (5/10/2014).
Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) ini berpendapat, pembagian kursi pimpinan MPR melalui DPD bersama dua koalisi menutup terjadinya perdebatan seperti yang terjadi saat pemilihan pimpinan DPR.
"Biar terbuka diskusi. Nanti (misalnya) Gerindra bisa jadi wakil. kalau kita ajukan sendiri malah jadi buntu," ujarnya.
Sementara itu, saat ditanya mengenai sosok dari DPD yang dinilai layak menjadi Ketua MPR, Cak Imin belum bisa memberikan jawaban.
"Itu nanti. Ini karena spirit musyawarah sepakat, (jadi) harus merelakan semuanya," pungkasnya.
Mereka membantah keinginan tersebut untuk menjegal dominasi Koalisi Merah Putih (KMP) yang sebelumnya mendapatkan kursi pimpinan DPR.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan, keputusan itu mereka sepakati agar pemilihan pimpinan MPR dilakukan secara musyawarah.
"Bukan (untuk menjegal), agar namanya MPR maka harus dicari musyawarah," kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini di kediaman Megawati Soekarnoputri, Menteng, Jakarta, Minggu (5/10/2014).
Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) ini berpendapat, pembagian kursi pimpinan MPR melalui DPD bersama dua koalisi menutup terjadinya perdebatan seperti yang terjadi saat pemilihan pimpinan DPR.
"Biar terbuka diskusi. Nanti (misalnya) Gerindra bisa jadi wakil. kalau kita ajukan sendiri malah jadi buntu," ujarnya.
Sementara itu, saat ditanya mengenai sosok dari DPD yang dinilai layak menjadi Ketua MPR, Cak Imin belum bisa memberikan jawaban.
"Itu nanti. Ini karena spirit musyawarah sepakat, (jadi) harus merelakan semuanya," pungkasnya.
(maf)