Pemimpin DPR Tak Mau Ambil Pusing Omongan PKB
Kamis, 02 Oktober 2014 - 20:27 WIB
Pemimpin DPR Tak Mau Ambil Pusing Omongan PKB
A
A
A
JAKARTA - PKB menyebut lima pemimpin DPR periode 2014-2019 tidak sah. Penyebabnya, karena pemimpin rapat paripurna dinilai tidak demokratis dan melanggar aturan.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon tak mau ambil pusing mengenai penilaian partai berbasis massa Islam itu. Dia mengatakan, pemilihan pemimpin DPR telah sesuai mekanisme yang berlalu.
"Kita lihat sajalah ini kan yang memilih anggota, ada mekanismenya," kata Fadli saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10/2014).
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra ini pun menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat mengenai mekanisme pemilihan pemimpin DPR yang telah disaksikannya.
"Kalau kita lihat sekarang rakyat menyaksikan bagaimana proses dan prosedurnya yang sudah sesuai. Masalah perbedaan dari ekspektasi hasil kenyataannya mayoritas menginginkan paket yang disampaikan itu," jelasnya.
Sementara itu, saat ditanya mengenai apakah saat ini pemimpin DPR telah membagi masing-masing bidang, Fadli menjawab hal itu belum dilaksanakan.
"Belum kalau itu, mungkin minggu depan," pungkasnya.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon tak mau ambil pusing mengenai penilaian partai berbasis massa Islam itu. Dia mengatakan, pemilihan pemimpin DPR telah sesuai mekanisme yang berlalu.
"Kita lihat sajalah ini kan yang memilih anggota, ada mekanismenya," kata Fadli saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10/2014).
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra ini pun menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat mengenai mekanisme pemilihan pemimpin DPR yang telah disaksikannya.
"Kalau kita lihat sekarang rakyat menyaksikan bagaimana proses dan prosedurnya yang sudah sesuai. Masalah perbedaan dari ekspektasi hasil kenyataannya mayoritas menginginkan paket yang disampaikan itu," jelasnya.
Sementara itu, saat ditanya mengenai apakah saat ini pemimpin DPR telah membagi masing-masing bidang, Fadli menjawab hal itu belum dilaksanakan.
"Belum kalau itu, mungkin minggu depan," pungkasnya.
(kri)