Jumhur: Pilkada Lewat DPRD Kepentingan Jangka Pendek

Kamis, 25 September 2014 - 17:16 WIB
Jumhur: Pilkada Lewat...
Jumhur: Pilkada Lewat DPRD Kepentingan Jangka Pendek
A A A
JAKARTA - Rencana DPR yang ingin mengesahkan model pilkada tak langsung dinilai memasung hak demokrasi masyarakat. Hal itu diungkapkan oleh inisiator gerakan penolakan terhadap pilkada dipilih DPRD, Jumhur Hidayat.

Menurut Jumhur, proses pilkada langsung telah diperjuangkan selama berpuluh puluh tahun dengan mengorbankan keringat dan nyawa masyarakat. Sehingga, pilkada langsung dianggap kedaulatan satu-satunya yang masih tersisa dimiliki masyarakat.

"Karena ini (pilkada lewat DPRD) kepentingan jangka pendek, tapi mengorbankan banyak orang. Nah cara-cara seperti ini tidak bisa dibiarkan," kata Jumhur di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/9/2014).

Dia mengakui, pilkada langsung memang diakui masih ada kekurangan. Termasuk dinilai berbiaya mahal. Tapi, hal itu dinilainya masih terus diperbaiki.

"Kalau mahal pemilu ya dibikin murah, jangan hak-hak rakyat diambil dengan alasan yang dibuat-buat," ujar mantan Ketua BNP2TKI ini.

Jumhur menambahkan, pihaknya berharap DPR tetap mengembalikan pilkada dipilih langsung. Menurutnya, jika DPR memutuskan pilkada dipilih DPR maka akan terjadi gelombang aksi besar-besaran.
(kri)
Berita Terkait
Perludem Sebut Kerangka...
Perludem Sebut Kerangka Hukum Pilkada 2024 Potensi Bermasalah
PKB Tolak Revisi UU...
PKB Tolak Revisi UU Pilkada karena Belum Dijalankan 100 Persen
Pernah Ngotot Gelar...
Pernah Ngotot Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Dinilai Amnesia Tolak Revisi UU Pemilu
Demonstrasi Tolak Revisi...
Demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada di Malang Ricuh, 2 Polisi dan 3 Jurnalis Terluka
DPR Bakal Sahkan Revisi...
DPR Bakal Sahkan Revisi UU Pilkada Jadi UU Hari Ini
Aksi Ratusan Mahasiswa...
Aksi Ratusan Mahasiswa Tolak Revisi UU Pilkada di Palembang
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved