Pekan Depan, Dewan Etik MK Periksa Patrialis

Rabu, 24 September 2014 - 13:44 WIB
Pekan Depan, Dewan Etik...
Pekan Depan, Dewan Etik MK Periksa Patrialis
A A A
JAKARTA - Dewan Etik Hakim Konstitusi akan menindaklanjuti laporan Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Mahkamah Konstitusi (MK). Laporan yang ditindaklanjuti Dewan Etik MK ini mengenai dugaan pelanggaran kode etik Hakim Konstitusi Patrialis Akbar.

"Yang jelas kami akan tindaklanjuti," ujar Ketua Dewan Etik Hakim Konstitusi Abdul Mukthie Fadjar saat ditemui di ruang kerjanya, Lantai 15, Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2014).

Dia mengatakan, pihaknya akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa 30 September 2014. Kemudian, Dewan Etik Hakim Konstitusi juga akan memeriksa Patrialis Akbar pada Rabu 1 Oktober 2014.

"Bisa saja kita undang juga pihak Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang adakan acaranya itu," ungkapnya.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan MK melaporkan dugaan pelanggaran kode etik hakim konstitusi, Patrialis Akbar ke dewan etik hakim MK, kemarin.

Adapun dugaan pelanggaran kode etik itu, yakni karena Patrialis berkomentar ke publik mengenai Rancangan Undang-undang Pemilukada (RUU Pemilukada) yang berpotensi digugat ke MK. Patrialis memberikan komentar itu dalam seminarnya di sebuah universitas di Jakarta, pada Senin 15 September 2014 lalu.

Patrialis pun membantah. Dia mengaku tak pernah berkomentar ke publik mengenai RUU Pemilukada. Mantan Menteri Hukum dan HAM ini juga membantah telah berpihak mendukung pemilukada melalui DPRD.

Patrialis menjelaskan, bahwa dirinya hanya menyampaikan karya skripsi salah satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta mengenai pemilukada.
(kri)
Berita Terkait
Survey Sentimen Publik...
Survey Sentimen Publik atas Putusan MK Soal Ambang Batas Presiden
Tanpa Proses Kocok Ulang,...
Tanpa Proses Kocok Ulang, Saldi Isra Kembali Jabat Hakim MK
Jelang Putusan Dugaan...
Jelang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Begini Kondisi Terkini di Gedung Mahkamah Konstitusi
Akademisi Nilai MK Terancam...
Akademisi Nilai MK Terancam Jadi Lembaga Perusak Konstitusi
MK Tolak Gugatan Syarat...
MK Tolak Gugatan Syarat Usia Minimal Hakim Konstitusi 55 Tahun
Putusan MK Diharapkan...
Putusan MK Diharapkan Diterima Semua Pihak
Berita Terkini
Pakar Intelijen Ingatkan...
Pakar Intelijen Ingatkan Semua Lembaga Hormati Proses Hukum
Siaga Kemarau, Pemkot...
Siaga Kemarau, Pemkot Semarang Perkuat Keamanan TPA Jatibarang
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Akui Rumah di Sentul yang Digeledah Polri Miliknya
Prabowo Resmikan 5 Bendungan...
Prabowo Resmikan 5 Bendungan Serentak di Lombok, Aceh, Jateng dan Bali
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jalan Sempoyongan di KPK usai Terjaring OTT
44 Pati TNI AD Resmi...
44 Pati TNI AD Resmi Naik Pangkat, Ini Nama dan Jabatannya
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved