Jokowi Diminta Benahi Tim Transisi

Minggu, 07 September 2014 - 06:15 WIB
Jokowi Diminta Benahi...
Jokowi Diminta Benahi Tim Transisi
A A A
JAKARTA - Presien terpilih Joko Widodo (Jokowi) diminta membenahi internal tim transisi. Jangan sampai tim itu bekerja serampangan.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Ramadan Pohan mengatakan, niat baik kedua pimpinan selama ini sudah bagus, tapi semua memiliki aturan yang harus dihormati.

Menurut dia, hal-hal yang menyangkut jabatan orang dan kebijakan strategis sampai 20 Oktober masih menjadi tanggung jawab Presiden SBY.

"Kalau ada yang buruk juga tanggung jawab SBY, niat baik tidak bisa ditafsirkan secara serampangan. Jokowi terlalu kemajon (maju melampau batasan)," ujar Ramadan, Sabtu 6 September 2014.

Menurut dia, langkah Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam yang mengeluarkan surat edaran (SE) tentang larangan menteri menerima tim transisi bila belum berkoordinasi dengan menteri koordinator menunjukkan agar semua pihak menyadari dan menghormati bahwa di dalam politik juga harus ada aturan main.

Menurut Ramadan, Jokowi harus memperbaiki internalnya dan menertibkan tim transisi.
Jangan sampai mereka memanfaatkan legitimasi yang diberikan Jokowi untuk melakukan tindakan di luar perkiraan.

"Sebaiknya soal internal di Jokowi yang menyangkut tim transisi diselesaikan. Tim transisi juga harus konsolidasi supaya tidak dibajak. Tim transisi harus steril," tutur Ramadan.

Wakil Ketua Komisi I DPR ini meminta Jokowi agar lebih bersabar menunggu sampai pelantikan pada 20 Oktober yang tinggal beberapa minggu lagi.

Sebelum tanggal tersebut, Presiden SBY masih memerintah. Sebaiknya, Jokowi mematangkan konsep agar lebih kuat, sehingga ketika datang waktunya semua sudah siap.

"Jadi begitu dilantik, Jokowi langsung start terhadap program-programnya," kata Ramadan.

Ramadhan menambahkan, tim transisi Jokowi seharusnya lebih santun, terukur dalam melakukan dialog. Apalagi presiden telah menunjuk sejumlah Menteri Koordinator (Menko) untuk koordinasi dengan tim transisi.

"Tidak langsung ke menteri-menteri. Tapi ke Menko seperti Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Menko Polhukam Djoko Suyanto, jadi tidak direct," katanya.

Sebelumnya, Presiden SBY pada rapat kabinet paripurna, Jumat 5 September 2014 menegaskan saat ini masih merupakan masa pemerintahannya.

SBY juga menegaskan tidak ada pemerintahan bersama. Pemerintahan baru beralih ke presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang.

"Saya ingin meluruskan anggapan bahwa sekarang ini, boleh dikatakan adalah masa pemerintahan bersama. Itu tidak ada," tegas Presiden SBY.

Menurut dia, jika ada yang menganggap saat ini merupakan pemerintahan bersama, maka itu adalah sebuah kekeliruan.

"Kalau
cara pandang atau mindset-nya kita harus lakukan bersama-sama,
perencanaannya bersama-sama, pengelolaan masalahnya bersama-sama,
mengatasi subsidi bersama-sama, saya katakan keliru," tutur SBY.
(dam)
Berita Terkait
4 Gubernur Lemhannas...
4 Gubernur Lemhannas Bukan dari Militer, Nomor Terakhir Eks Deputi Tim Transisi Pemerintahan Jokowi-JK
Gibran Respons Kemungkinan...
Gibran Respons Kemungkinan Jokowi Jadi Ketua Tim Transisi Pemerintahan
Jokowi: Proses Transisi...
Jokowi: Proses Transisi Pemerintahan Berjalan dengan Baik
Tak Bentuk Tim Transisi,...
Tak Bentuk Tim Transisi, Jokowi Klaim Peralihan Pemerintahan Prabowo-Gibran Bakal Berjalan Mulus
Jokowi Sebut Transisi...
Jokowi Sebut Transisi Pemerintahan ke Prabowo Berjalan Baik
SBY Minta Demokrat Sukseskan...
SBY Minta Demokrat Sukseskan Transisi Pemerintahan Jokowi ke Prabowo
Berita Terkini
Komisi VIII DPR: Ada...
Komisi VIII DPR: Ada Ancaman Besar jika LGBT Masif di Indonesia
Muktamar ke-35 NU: Siapa...
Muktamar ke-35 NU: Siapa Layak Menjadi Rais Aam?
Prabowo Sambut Jabat...
Prabowo Sambut Jabat Tangan Erat Kedatangan PM Singapura di Istana Merdeka
3 Polisi Gugur di Tangan...
3 Polisi Gugur di Tangan Sindikat Narkoba, Pakar Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku
Prabowo dan PM Singapura...
Prabowo dan PM Singapura Bakal Teken 26 MoU dalam Leaders' Retreat di Istana Merdeka
Usai Ramai Amplop dari...
Usai Ramai Amplop dari Bupati Kuansing, Menhut Lapor Penolakan Gratifikasi ke KPK
Infografis
Dzikry Lazuardi, Analis...
Dzikry Lazuardi, Analis Persija yang Dipercaya John Herdman Masuk Tim Pelatih Timnas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved