KAI Dukung Perubahan UU Advokat

Jum'at, 05 September 2014 - 16:55 WIB
KAI Dukung Perubahan...
KAI Dukung Perubahan UU Advokat
A A A
JAKARTA - RUU Advokat tidak bisa dipandang dengan hitam putih. RUU Advokat yang saat ini dibahas Pansus DPR penuh warna-warni pembaharuan. Seyogyanya mereka yang menolak RUU Advokat ini dapat memberikan konsep pemikiran dan ide-ide yang konstruktif untuk membangun dan memperkuat eksistensi advokat ke depan.

Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) periode 2014-2019 Tjoetjoe Sandjaja Hernanto mendukung advokat untuk mendapatkan hak immunitas di dalam dan di luar pengadilan. Perlindungan ini sangat membantu ketenangan advokat dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya.

Menurutnya, advokat mendapatkan hak atas kerahasiaan profesi termasuk perlindungan terhadap penyadapan telepon dan email. RUU Advokat mengatur bagaimana memperlakukan organisasi advokat yang terpecah belah karena perselisihan.

Lanjutnya, advokat yang dipecat oleh organisasi advokat (OA) serta hak-hak advokat yang dijatuhi sanksi organisasi melalui Dewan Kehormatan (tingkat pertama) dan Majelis Kehormatan (di tingkat banding/final).

Dia menambahkan, ada persepsi yang keliru terhadap keberadaan Dewan Advokat Nasional (DAN) yang digambarkan seolah-olah lembaga ini adalah wujud campur tangan pemerintah atau intervensi pemerintah terhadap kemandirian para advokat. Persepsi itu sungguh menyesatkan. Ini menggambarkan bahwa mereka tidak memahami substansi RUU Advokat dengan baik.

“Bukannya kita diajak mundur ke belakang mempertahankan status quo yang dikuasai dan dikendalikan segelintir orang dengan berlindung menggunakan kebijakan MA,” ujar Tjoetjoe Sandjaja di Jakarta, Jumat (5/9/2014).

Tjoetjoe menuturkan, salah satu bukti kelemahan pengorganisasian advokat saat ini tidak diketahui pasti berapa jumlah advokat yang ada di Indonesia. Hadirnya UU Advokat baru diharapkan mampu menata OA secara fair dan mewajibkan kepada setiap OA mempunyai database advokat yang up to date. Maka, publik akan tahu mana advokat yang resmi terdaftar dan mana yang siluman.

“Kepemimpinan SBY diharapkan berakhir menandatangani pengesahan UU advokat yang baru. UU advokat ini kelak akan menjadi tonggak sejarah dimulainya era advokat yang lebih berkualitas dan profesional,” tuturnya.
(kur)
Berita Terkait
Pererat Konsolidasi,...
Pererat Konsolidasi, KAI Kumpulkan Advokat Lintas Organisasi
Pelatihan Hukum Berlanjutan...
Pelatihan Hukum Berlanjutan dan Peningkatan Kompetensi Advokat
Eks Komisioner Kompolnas...
Eks Komisioner Kompolnas Didukung Jadi Ketua Komisi Pengawas AAI
Di Tengah Agenda Rakernas,...
Di Tengah Agenda Rakernas, Ratusan Advokat KAI Gelar Gala Dinner
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Advokat, PPKHI Gelar Ujian Profesi Secara Gratis
Henry Indraguna dan...
Henry Indraguna dan Partners Masuk 30 Largest Law Frims Corporate Practices
Berita Terkini
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Yusril Ungkap Modus 'Permainan' di Jajaran Imigrasi
DPR Awasi Tata Kelola...
DPR Awasi Tata Kelola BGN Buntut Dadan Cs Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved