JK Capek Bicara Soal BBM
Minggu, 31 Agustus 2014 - 18:30 WIB
JK Capek Bicara Soal BBM
A
A
A
DEPOK - Merasa belum di pemerintahan, wakil presiden (wapres) terpilih Jusuf Kalla (JK) merasa capek berbicara soal harga BBM.
Namun JK menegaskan, pihaknya belum memastikan opsi besaran kenaikan harga BBM. JK mengaku masih membahas hal tersebut.
"Saya setuju (kenaikan harga BBM) untuk perbaiki ekonomi Indonesia, untuk bantu rakyat kecil," kata JK di Pondok Pesantren Al Hikam, Beji, Depok, Minggu (31/08/2014).
"Setelah tanggal 20 Oktober lah kita bicara, sekarang capek bicara terus, debat terus, sudahlah, kita belum di pemerintahan," imbuhnya.
JK menilai, subsidi harus dialihkan bukan kepada orang berduit dan memiliki mobil pribadi. Sebab selama ini, uang negara yang semestinya digunakan untuk pembangunan infrastruktur malah
menyumbang bagi orang kaya.
"Saya setuju perbaiki infrastruktur, sekolah, kalau uangnya tak ada bagaimana kalau uangnya habis untuk mobil, subsidi harus dialihkan ke rakyat kecil bukan yang punya mobil," tandasnya.
Namun JK menegaskan, pihaknya belum memastikan opsi besaran kenaikan harga BBM. JK mengaku masih membahas hal tersebut.
"Saya setuju (kenaikan harga BBM) untuk perbaiki ekonomi Indonesia, untuk bantu rakyat kecil," kata JK di Pondok Pesantren Al Hikam, Beji, Depok, Minggu (31/08/2014).
"Setelah tanggal 20 Oktober lah kita bicara, sekarang capek bicara terus, debat terus, sudahlah, kita belum di pemerintahan," imbuhnya.
JK menilai, subsidi harus dialihkan bukan kepada orang berduit dan memiliki mobil pribadi. Sebab selama ini, uang negara yang semestinya digunakan untuk pembangunan infrastruktur malah
menyumbang bagi orang kaya.
"Saya setuju perbaiki infrastruktur, sekolah, kalau uangnya tak ada bagaimana kalau uangnya habis untuk mobil, subsidi harus dialihkan ke rakyat kecil bukan yang punya mobil," tandasnya.
(maf)