Lagi, Buruh Ungkap Alasan Dukung Prabowo-Hatta
Minggu, 22 Juni 2014 - 01:23 WIB
Lagi, Buruh Ungkap Alasan Dukung Prabowo-Hatta
A
A
A
JAKARTA - Tokoh buruh yang juga Ketua Dewan Pembina Organisasi Pekerja (OPSI) Edy Purnomo membeberkan, sejumlah visi misi pasangan capres dan cawapres, Prabowo-Hatta, untuk mensejahterakan buruh.
Edy mengungkapkan, sudah seharusnya buruh mendukung keduanya sebagai capres dan cawapres. Menurutnya, Prabowo telah berkali-kali mendeklarasikan komitmennya untuk untuk menjamin kesejahteraan buruh.
Hal ini dibuktikan dengan visi dan misi Prabowo serta telah menyetujui dan menandatangani 10 permintaan buruh dan beberapa komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan buruh dan menaikkan gaji buruh hingga 30 persen.
Selain itu, pada hari buruh tanggal 1 Mei 2014, hanya Prabowo yang berani menandatangani komitmen untuk menghapus sistem outsourcing, serta memberikan kesehatan gratis kepada buruh yang akan ditanggung dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Jumlah buruh mencapai 114 juta orang, sangat strategis dalam proses pilpres (pemilihan presiden). Didominasi pekerja pabrik, pekerja toko dan kelompok yang bergantung hidupnya dari gaji perusahaan atau majikan," kata Edy di Jakarta, Sabtu 21 Juni 2014.
Menurutnya, komitmen Prabowo kepada buruh juga dibuktikan dengan menandatangani komitmen, untuk memberikan kesehatan gratis kepada buruh dan anak buruh hingga universitas (perguruan tinggi).
"Prabowo tidak hanya menjamin wajib belajar 12 tahun bagi anak Indonesia, tetapi juga memberikan pendidikan gratis kepada buruh dan anak buruh hingga universitas," tegasnya.
Edy mengungkapkan, sudah seharusnya buruh mendukung keduanya sebagai capres dan cawapres. Menurutnya, Prabowo telah berkali-kali mendeklarasikan komitmennya untuk untuk menjamin kesejahteraan buruh.
Hal ini dibuktikan dengan visi dan misi Prabowo serta telah menyetujui dan menandatangani 10 permintaan buruh dan beberapa komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan buruh dan menaikkan gaji buruh hingga 30 persen.
Selain itu, pada hari buruh tanggal 1 Mei 2014, hanya Prabowo yang berani menandatangani komitmen untuk menghapus sistem outsourcing, serta memberikan kesehatan gratis kepada buruh yang akan ditanggung dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Jumlah buruh mencapai 114 juta orang, sangat strategis dalam proses pilpres (pemilihan presiden). Didominasi pekerja pabrik, pekerja toko dan kelompok yang bergantung hidupnya dari gaji perusahaan atau majikan," kata Edy di Jakarta, Sabtu 21 Juni 2014.
Menurutnya, komitmen Prabowo kepada buruh juga dibuktikan dengan menandatangani komitmen, untuk memberikan kesehatan gratis kepada buruh dan anak buruh hingga universitas (perguruan tinggi).
"Prabowo tidak hanya menjamin wajib belajar 12 tahun bagi anak Indonesia, tetapi juga memberikan pendidikan gratis kepada buruh dan anak buruh hingga universitas," tegasnya.
(maf)