Ungkap Surat DKP, Jenderal di Kubu Jokowi Miliki Skenario Jahat

Jum'at, 13 Juni 2014 - 21:02 WIB
Ungkap Surat DKP, Jenderal...
Ungkap Surat DKP, Jenderal di Kubu Jokowi Miliki Skenario Jahat
A A A
DEPOK - Pembocoran surat Dewan Kehormatan Perwira (DKP) pemberhentian Prabowo Subianto dari TNI diduga dilakukan oleh para jenderal pensiunan yang menjadi anggota Tim Sukses Jokowi-JK. Pembocoran itu disinyalir merupakan skenario jahat untuk menjegal Prabowo menuju RI 1.

Skenario jahat tersebut diduga untuk menutupi kasus-kasus besar terkait kekerasan militer di masa lalu. Karena bukan tidak mungkin jika Prabowo menjadi Presiden RI ke 7, kasus-kasus itu akan dibongkar dan merugikan mereka.

Tudingan itu dinyatakan oleh Koordinator Nasional Gerakan Bersama (Geber) Prabowo, Hendry Yatna, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (13/6/2014).

“Mengapa para purnawirawan jenderal tersebut sangat ingin menjegal Prabowo? Saya rasa mungkin mereka takut jika Pak Prabowo jadi Presiden nanti bakal terkuak siapa dalang kasus-kasus besar. Seperti Kasus 27 Juli 1996, kasus kerusuhan Mei 1998, atau pembunuhan aktivis HAM Munir,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari generasi muda, Hendry tidak habis pikir dengan ulah para pensiunan jenderal senior itu. Menurut Hendry, seharusnya mereka menjadi panutan para juniornya, bukan malah melakukan tindakan yang tidak terpuji. "Mereka melakukan segala cara untuk menyebarkan fitnah, mencemarkan nama baik Pak Prabowo Subianto yang saat ini maju menjadi capres,” ungkapnya.

Hendry bersyukur Panglima TNI Jenderal Moeldoko memberikan pernyataan segar bahwa Mabes TNI tidak mengeluarkan surat DKP tersebut. "Sehingga saya melihat, keterangan tersebut sebagai bukti bahwa tudingan para purnawirawan Jenderal TNI di kubu Jokowi terhadap Pak Prabowo selama ini adalah fitnah,” ujarnya.

Hendry meminta kepada para purnawirawan jenderal yang ada di kubu Jokowi untuk tidak memicu konflik horizontal dengan melakukan gerakan pecah-belah TNI dan isu-isu yang menyesatkan masyarakat. “Jika tidak, bangsa ini yang akan menjadi korbannya,” tutupnya.
(hyk)
Berita Terkait
5 Fakta Tragedi Kampanye...
5 Fakta Tragedi Kampanye Politik yang Menewaskan 39 Orang
Ketua Bawaslu Sebut...
Ketua Bawaslu Sebut Black Campaign Sudah Dimulai di Media Sosial
Kurang Sepekan Coblosan,...
Kurang Sepekan Coblosan, Kampanye Hitam Bertebaran Benturkan 2 Paslon di Konawe Selatan
Mengantisipasi Kampanye...
Mengantisipasi Kampanye Media Sosial Menjelang Pemilu 2024
Jelang Pemungutan Suara,...
Jelang Pemungutan Suara, Pramono Ingatkan Jangan Main-main Kampanye Hitam
Respons Kampanye Negatif,...
Respons Kampanye Negatif, Sufmi Dasco Imbau Kader Gerindra Tetap Bertindak Santun
Berita Terkini
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved