Prabowo Ingin Koalisi Kuat untuk Atasi Berbagai Persoalan
Minggu, 25 Mei 2014 - 11:09 WIB
Prabowo Ingin Koalisi Kuat untuk Atasi Berbagai Persoalan
A
A
A
JAKARTA - Calon Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai kedaulatan Indonesia di berbagai sektor saat berbicara di hadapan peserta Tanwir Muhammadiyah di Ballroom Hotel Mesra, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu 23 Mei 2014.
Dia bahkan menyebut, banyak anggaran negara yang bocor selama 15 tahun terakhir dari sektor ekspor impor. Prabowo kemudian memperlihatkan slide mengenai nilai ekspor Indonesia.
“Coba perhatikan ini, dari tahun 1997 hingga 2012, ini adalah nilai ekspor-impor kita. Selama 15 tahun itu, dua per tiga hasil perdagangan luar negeri kita hilang,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian menjelaskan pihaknya sedang membentuk gabungan koalisi untuk bersama-sama membangun bangsa. Dengan kebersamaan, sebutnya, masalah bangsa akan bisa diatasi bersama-sama.
“Gabungan koalisi yang kuat, kita bertekad hadapi tantangan. Mencari solusi dan beri program-program untuk mengatasinya. Kita punya tanggung jawab kolektif,” tuturnya.
Prabowo juga akan tetap menggodok Master Plan Percepatan Pembangunan yang telah dicanangkan pemerintah sebelumnya. Prabowo menyebut perlu adanya kontinyuitas.
“Bukan ganti pemimpin lalu ganti strategi. Apa yang kita bangun jangan kita selalu lihat ke belakang. Bung Karno yangg membangun Kratakatau Steel, Pak Harto yang selesaikan. Bung Karno yang memulai Jatiluhur, Pak Harto yang selesaikan. Begitu semestinya,” katanya.
Dia menjelaskan, semua presiden berjasa, namun semua presiden juga banyak kekurangannnya. Kekurangan itu yang harus disempurnakan.
“Saya juga punya kekurangan, jadi kalau saya maju, saya harus didukung oleh tim yang kuat dan berbagai elemen bangsa. Kita bangun Indonesia yang kuat. Kita ingin jadi negara maju,” katanya.
Prabowo Subianto menjadi pembicara setelah sebelumnya Capres Joko Widodo terlebih dahulu memaparkan visi dan misinya di tempat yang sama. Tanwir Muhammadiyah memberikan kesempatan kepada kedua capres untuk berbicara di hadapan peserta tanwir yang berasal dari seluruh Indonesia.
Dia bahkan menyebut, banyak anggaran negara yang bocor selama 15 tahun terakhir dari sektor ekspor impor. Prabowo kemudian memperlihatkan slide mengenai nilai ekspor Indonesia.
“Coba perhatikan ini, dari tahun 1997 hingga 2012, ini adalah nilai ekspor-impor kita. Selama 15 tahun itu, dua per tiga hasil perdagangan luar negeri kita hilang,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian menjelaskan pihaknya sedang membentuk gabungan koalisi untuk bersama-sama membangun bangsa. Dengan kebersamaan, sebutnya, masalah bangsa akan bisa diatasi bersama-sama.
“Gabungan koalisi yang kuat, kita bertekad hadapi tantangan. Mencari solusi dan beri program-program untuk mengatasinya. Kita punya tanggung jawab kolektif,” tuturnya.
Prabowo juga akan tetap menggodok Master Plan Percepatan Pembangunan yang telah dicanangkan pemerintah sebelumnya. Prabowo menyebut perlu adanya kontinyuitas.
“Bukan ganti pemimpin lalu ganti strategi. Apa yang kita bangun jangan kita selalu lihat ke belakang. Bung Karno yangg membangun Kratakatau Steel, Pak Harto yang selesaikan. Bung Karno yang memulai Jatiluhur, Pak Harto yang selesaikan. Begitu semestinya,” katanya.
Dia menjelaskan, semua presiden berjasa, namun semua presiden juga banyak kekurangannnya. Kekurangan itu yang harus disempurnakan.
“Saya juga punya kekurangan, jadi kalau saya maju, saya harus didukung oleh tim yang kuat dan berbagai elemen bangsa. Kita bangun Indonesia yang kuat. Kita ingin jadi negara maju,” katanya.
Prabowo Subianto menjadi pembicara setelah sebelumnya Capres Joko Widodo terlebih dahulu memaparkan visi dan misinya di tempat yang sama. Tanwir Muhammadiyah memberikan kesempatan kepada kedua capres untuk berbicara di hadapan peserta tanwir yang berasal dari seluruh Indonesia.
(dam)