Gabung ke Gerindra, Ical Tunjukkan Jiwa Kenegarawanan
Senin, 19 Mei 2014 - 20:53 WIB
Gabung ke Gerindra, Ical Tunjukkan Jiwa Kenegarawanan
A
A
A
JAKARTA - Bergabungnya Partai Golkar ke poros Gerindra untuk mendukung kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, tidak lain karena jiwa besar dan sikap kenegarawanan yang diperlihatkan Ketua umum Golkar Aburizal Bakrie atau Ical.
"Ical melihat kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadinya. Dia rela melepas posisi capres dan cawapres yang dimandatkan Golkar dan mendukung Prabowo-Hatta," tegas Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Herdi Sahrasad, Jakarta, Senin (18/5/2014).
Herdi menambahkan, bukti jiwa besar dan sikap kenegarawanan Ical, karena partai yang dipimpinnya yakni Golkar adalah pemenang pemilu kedua di bawah PDIP, tetapi malah mau mendukung tokoh dari partai yang lebih kecil perolehan suaranya dalam pemilu.
"Jadi, Ical juga tokoh Golkar lain seperti Akbar Tanjung, telah melihat dinamika dan kehendak rakyat yang menginginkan ada pemimpin yang tegas dan mampu, dan itu ada pada Prabowo-Hatta," tegasnya.
Pria yang pernah menjadi Peneliti Departemen Politik, Unviersitas California, Barkeley, Amerika Serikat ini mengaku, keputusan Ical mendukung Prabowo-Hatta bukan saja tepat, tetapi menambah elektabilitas pasangan tersebut.
"Saya yakin bahwa dengan dukungan penuh Golkar, Ical dan tokoh-tokoh senior Golkar seperti Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tanjung, maka potensi kemenangan Prabowo-Hatta makin tinggi," paparnya.
Dia juga membandingkan, Ical dan Jusuf Kalla. Menurut Herdi, JK masih berambisi jadi cawapres, meski sudah kalah dalam Pilpres 2009 dan pernah jadi wakil presiden yang kontroversial. "Salut untuk Ical dan Golkar," tuntas Herdi.
"Ical melihat kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadinya. Dia rela melepas posisi capres dan cawapres yang dimandatkan Golkar dan mendukung Prabowo-Hatta," tegas Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Herdi Sahrasad, Jakarta, Senin (18/5/2014).
Herdi menambahkan, bukti jiwa besar dan sikap kenegarawanan Ical, karena partai yang dipimpinnya yakni Golkar adalah pemenang pemilu kedua di bawah PDIP, tetapi malah mau mendukung tokoh dari partai yang lebih kecil perolehan suaranya dalam pemilu.
"Jadi, Ical juga tokoh Golkar lain seperti Akbar Tanjung, telah melihat dinamika dan kehendak rakyat yang menginginkan ada pemimpin yang tegas dan mampu, dan itu ada pada Prabowo-Hatta," tegasnya.
Pria yang pernah menjadi Peneliti Departemen Politik, Unviersitas California, Barkeley, Amerika Serikat ini mengaku, keputusan Ical mendukung Prabowo-Hatta bukan saja tepat, tetapi menambah elektabilitas pasangan tersebut.
"Saya yakin bahwa dengan dukungan penuh Golkar, Ical dan tokoh-tokoh senior Golkar seperti Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tanjung, maka potensi kemenangan Prabowo-Hatta makin tinggi," paparnya.
Dia juga membandingkan, Ical dan Jusuf Kalla. Menurut Herdi, JK masih berambisi jadi cawapres, meski sudah kalah dalam Pilpres 2009 dan pernah jadi wakil presiden yang kontroversial. "Salut untuk Ical dan Golkar," tuntas Herdi.
(kri)