Hidayat dinilai penuhi kualifikasi jadi cawapres Jokowi

Jum'at, 16 Mei 2014 - 20:32 WIB
Hidayat dinilai penuhi...
Hidayat dinilai penuhi kualifikasi jadi cawapres Jokowi
A A A
Sindonews.com - Lambannya PDIP menentukan pendamping Joko Widodo (Jokowi) untuk maju dalam pemilu presiden (Pilpres) pada Juli mendatang menyiratkan alotnya negosiasi di tubuh partai berlambang moncong putih itu. Negosiasi itu baik di kalangan internal partai maupun antara PDIP dengan PKB dan Nasdem.

Sejumlah tokoh yang digadang-gadang tampaknya belum membuat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merasa sreg dan nyaman. Bahkan, tokoh sekaliber Jusuf Kalla (JK), politikus yang sangat berpeluang mendampingi Jokowi dibanding tokoh-tokoh lainnya, tak membuat Megawati bergeming.

Pengamat Pasar Modal Muhammad Maruf melihat, alotnya negosiasi ini membuat pasar sedikit 'goyang'. Meski sempat bereaksi positif atas penetapan Jokowi sebagai calon presiden, pasar kembali wait and see menunggu alotnya penentuan calon pendamping Jokowi.

“Proses yang lama ini harus menghasilkan keputusan yang membuat pelaku pasar bernapas lega. Jika tidak, pasar akan bereaksi sangat negatif,” ujar Maruf saat dihubungi wartawan, Jumat (16/5/2014).

Menurut Maruf, jika JK tertolak dalam bursa cawapres, PDIP bersama partai koalisinya harus segera mencari tokoh pengganti JK. “Ya minimal kriterianya sama seperti JK, seorang pengusaha yang sekaligus punya pengalaman di birokrasi atau pemerintahan. Saya melihat kriteria itu ada pada sosok MS Hidayat,” tambahnya.

Maruf, yang juga CEO pialang.com, bukan tanpa alasan menyebut nama menteri perindustrian itu. “Banyak terobosan yang telah dilakukan Pak Hidayat baik saat menjabat Ketua Umum Kadin maupun menempati posisi menteri perindustrian,” ujarnya.

Ini yang menurutnya membuat kapabilitas dan pengalaman Hidayat telah teruji dengan baik. Meski bukan berasal dari kalangan militer, kata Maruf, dengan jaringan di kalangan pengusaha dan birokrat serta dukungan Partai Golkar, akan mempercepat tingkat popularitas MS Hidayat.

MS Hidayat bisa memaksimalkan momentum saat ini seperti ketika JK berhasil memenangkan pilpres bersama SBY pada tahun 2004. “Saat itu banyak yang meragukan JK. Namun JK bisa membalikkan semua keraguan itu dengan kerja keras dan menunjukkan kemampuan menyelesaikan seabrek persoalan negara dengan cepat dan secara elegan serta memiliki kemampuan mendistribusikan tanggung jawab secara baik kepada timnya,” ujarnya.

Maruf menggarisbawahi adanya tim yang solid yang harus mendukung MS Hidayat jika terpilih menjadi pendamping Jokowi. Modal ini yang akan mempengaruhi reaksi pasar, apakah cenderung positif atau negatif. Pasar itu sangat rasional.

Pertama yang dilihat adalah sosok capresnya kemudian baru cawapres yang didukung dengan tim sukses di belakang mereka. “Saya melihat, Pak Hidayat akan semakin memperkuat posisi Jokowi. Ini modal kuat yang akan membuat pasar bereaksi positif,” ujarnya.

‎Ekonom CSIS Pande Raja Silalahi mengamininya. Ia menilai positif jika PDIP memilih MS Hidayat sebagai calon alternatif jika JK tertolak dalam bursa cawapres. “Saya pikir, pasar juga akan bereaksi positif jika Pak Hidayat yang terpilih mendampingi Jokowi,” ujarnya.

Ini terkait dengan posisi MS Hidayat yang cukup strategis dimana dia mengendalikan sektor industri yang menjadi poin penting dalam pemerintahan mendatang. Apalagi, “Pak Hidayat adalah seorang pengusaha yang saat ini masuk ke pemerintahan. Tentu beliau telah memahami birokrasi dan cara memimpin negara,” ujarnya.

Meski demikian, Pande memberi catatan bahwa MS Hidayat masih harus tampil lebih intens lagi, jika PDIP memilihnya. “Masih ada waktu 1,5 bulan untuk meningkatkan elektabilitasnya. Dengan jaringan yang dimilikinya, itu bukan hal sulit bagi Pak Hidayat,” ujarnya.
(kri)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
Penanganan Perkara Jampidsus...
Penanganan Perkara Jampidsus Dialihkan dari Polri, Kejagung Terbitkan Tiga Sprindik
Soal Peralihan Penyidikan...
Soal Peralihan Penyidikan Jampidsus, Pakar: Diskresi demi Cegah Konflik Antarpenegak Hukum
Prabowo Sampaikan Belasungkawa...
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Karier Febrie Tamat,...
Karier Febrie Tamat, Gus Lilur: Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
PPATK Siap Bantu Lacak...
PPATK Siap Bantu Lacak Aliran Uang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Gandeng KPK Jadi Sinyal...
Gandeng KPK Jadi Sinyal Kuat Kejagung Usut Kasus Eks Jampidsus
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved