Didekati Ical belum tentu langsung didukung Golkar
Kamis, 15 Mei 2014 - 20:02 WIB
Didekati Ical belum tentu langsung didukung Golkar
A
A
A
Sindonews.com - Langkah politik Partai Golkar akan ditentukan oleh Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) partai itu pada 18 Mei 2014 mendatang.
"Yang jelas Golkar tidak akan di luar atau memilih oposisi. Harus diakui dalam internal Golkar ada persoalaan sejak lama, tapi mereka terikat dengan aturan dan prosedur internal. Mereka tak berminat berkoalisi dengan Ical, tapi dengan Golkar mereka berharap besar," ujar Pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Taufan Damanik, Kamis (15/5/2014).
Taufan menyarankan agar parpol yang sudah menjalin komunikasi dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie atau biasa disapa Ical tidak lekas percaya diri mendapatkan dukungan, karena Ical sendiri tidak bisa mengambil kesimpulan tanpa melalui rapimnas.
Gambaran koalisi Partai Golkar, kata dia, terbuka tiga opsi yakni bersama poros Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), bersama Partai Gerindra atau justru membuat poros baru bersama Partai Demokrat.
"Tapi Demokrat sendiri mau ajukan Sri Sultan sebagai calon presiden (capres), maka tak mungkin juga Ical tetap jadi capres ataupun cawapres. Maka bakal mencari cawapres lain untuk damping Sri Sultan," tuturnya.
Sementara itu, pengamat politik dari dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menyarankan agar Partai Golkar segera menggelar Rapimnas.
Selain agar bisa cepat menentukan arah koalisi langkah ini juga bisa melanjutkan tren mereka yang kerap berada di dalam kekuasaan.
"Tetapi yang pasti harus menentukan sikap apa ke PDIP atau Gerindra, saya menyarankan ke Golkar agar ke PDIP saja karena hanya Jokowi yang berpeluang besar menang. Pengalaman Golkar kan selalu ke pusat kekuasaan," kata Emrus.
"Yang jelas Golkar tidak akan di luar atau memilih oposisi. Harus diakui dalam internal Golkar ada persoalaan sejak lama, tapi mereka terikat dengan aturan dan prosedur internal. Mereka tak berminat berkoalisi dengan Ical, tapi dengan Golkar mereka berharap besar," ujar Pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Taufan Damanik, Kamis (15/5/2014).
Taufan menyarankan agar parpol yang sudah menjalin komunikasi dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie atau biasa disapa Ical tidak lekas percaya diri mendapatkan dukungan, karena Ical sendiri tidak bisa mengambil kesimpulan tanpa melalui rapimnas.
Gambaran koalisi Partai Golkar, kata dia, terbuka tiga opsi yakni bersama poros Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), bersama Partai Gerindra atau justru membuat poros baru bersama Partai Demokrat.
"Tapi Demokrat sendiri mau ajukan Sri Sultan sebagai calon presiden (capres), maka tak mungkin juga Ical tetap jadi capres ataupun cawapres. Maka bakal mencari cawapres lain untuk damping Sri Sultan," tuturnya.
Sementara itu, pengamat politik dari dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menyarankan agar Partai Golkar segera menggelar Rapimnas.
Selain agar bisa cepat menentukan arah koalisi langkah ini juga bisa melanjutkan tren mereka yang kerap berada di dalam kekuasaan.
"Tetapi yang pasti harus menentukan sikap apa ke PDIP atau Gerindra, saya menyarankan ke Golkar agar ke PDIP saja karena hanya Jokowi yang berpeluang besar menang. Pengalaman Golkar kan selalu ke pusat kekuasaan," kata Emrus.
(dam)