Prabowo pilih Hatta, PAN yakin PKS tak tarik dukungan
Selasa, 13 Mei 2014 - 15:04 WIB
Prabowo pilih Hatta, PAN yakin PKS tak tarik dukungan
A
A
A
Sindonews.com - Hatta Rajasa dikabarkan orang yang dipilih Prabowo Subianto sebagai calon wakil presidennya (cawapres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Jika hal itu menjadi kenyataan, Partai Amanat Nasional (PAN) yakin Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak akan menarik dukungan dari Prabowo Subianto.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PAN, Viva Yoga Mauladi mengatakan, bangunan koalisi yang dibuat Prabowo Subianto bersifat solid. Maka itu, persoalan komposisi tersebut diyakini tidak akan mengganggu proses koalisi yang dibangun Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.
"Persoalan komposisi itu adalah menyangkut soal pembagian tugas dan tanggung jawab saja. Semuanya, kami serahkan ke Pak Prabowo," ujar Viva di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/5/2014).
Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini menambahkan, PAN dan PKS juga pernah punya hubungan sejarah dalam bekerja sama yaitu pada tahun 1999 dalam satu wadah yang sama di DPR yaitu Fraksi Reformasi.
Maka itu, dia yakin kedua partai ini masih memiliki peluang besar untuk kembali bekerja sama dalam satu koalisi. "Pada intinya PAN dan PKS adalah saudara dekat, lekat dan rapat. Jadi kemungkinan menarik dukungan itu sangat kecil," tandasnya.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PAN, Viva Yoga Mauladi mengatakan, bangunan koalisi yang dibuat Prabowo Subianto bersifat solid. Maka itu, persoalan komposisi tersebut diyakini tidak akan mengganggu proses koalisi yang dibangun Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.
"Persoalan komposisi itu adalah menyangkut soal pembagian tugas dan tanggung jawab saja. Semuanya, kami serahkan ke Pak Prabowo," ujar Viva di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/5/2014).
Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini menambahkan, PAN dan PKS juga pernah punya hubungan sejarah dalam bekerja sama yaitu pada tahun 1999 dalam satu wadah yang sama di DPR yaitu Fraksi Reformasi.
Maka itu, dia yakin kedua partai ini masih memiliki peluang besar untuk kembali bekerja sama dalam satu koalisi. "Pada intinya PAN dan PKS adalah saudara dekat, lekat dan rapat. Jadi kemungkinan menarik dukungan itu sangat kecil," tandasnya.
(kur)