Aneh Jokowi pertanyakan perolehan suara Demokrat

Minggu, 11 Mei 2014 - 04:10 WIB
Aneh Jokowi pertanyakan...
Aneh Jokowi pertanyakan perolehan suara Demokrat
A A A
Sindonews.com – Petinggi Partai Demokrat bereaksi keras dengan pernyataan calon presiden (capres) PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) yang merasa heran dengan perolehan suara Partai Demokrat.

Jokowi mempertanyakan suara Partai Demokrat yang melejit menjadi 10,91 persen suara berdasarkan hasil resmi yang ditetap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jumat 9 Mei tengah malam. Jumlah ini lebih banyak dari hitung cepat (quick count) berbagai lembaga survei, yang hanya memperoleh 7 persen suara.

Keheranan Jokowi disampaikannya di Swiss-Bell Hotel Manado, Sulawesi Utara, pada Sabtu 10 Mei 2014.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua menilai pernyayantaan Jokowi aneh. “Saya heran kenapa Jokowi baru pengin tahu, kenapa suara Demokrat jeblok,” katanya ketika dihubungi wartawan, Sabtu 10 Mei.

Menurut Max, jika Jokowi merasa heran dengan hasil rekapitulasi terakhir KPU, sebaiknya dia mempertanyakan hal tersebut ke KPU, bukan ‘cuap-cuap’ di media. “Kalau dia pengin tahu, yah harusnya dia tanyakan aja ke KPU dong. Kok aneh baru herannya sekarang. Dari dulu emang Demokrat ada di kisaran 10 persen,” tukasnya.

Pengamat politik Skala Survei Indonesia (SSI) Abdul Hakim Ms juga merasa aneh dengan komentar Jokowi yang tiba-tiba ‘menyerang’ Demokrat dengan mengatakan perolehan suara partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono ini melejit.

“Salah besar jika Jokowi mengacu pada hasil quick count yang menyatakan perolehan suara Demokrat di angka 7 persen. Semua orang juga tahu, semua lembaga juga sudah merilis hasil quick count-nya bahwa suara Demokrat di kisaran 10 persen,” jelas Abdul Hakim.

Hakim menilai, jika memang menemukan kejanggalan, seharusnya Jokowi menindaklanjuti dengan melapor ke Bawaslu atau lembaga peradilan yang memiliki wewenang untuk menyelesaikan sengketa pemilu.
(hyk)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved