Saran Sigma kepada KPU jika rekapitulasi suara meleset

Kamis, 08 Mei 2014 - 10:24 WIB
Saran Sigma kepada KPU...
Saran Sigma kepada KPU jika rekapitulasi suara meleset
A A A
Sindonews.com - Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) menyatakan, jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) gagal menetapkan rekapitulasi hasil pemilu legislatif (Pileg) pada 9 Mei mendatang, maka pemilu dianggap cacat hukum.

Direktur Sigma Said Salahudin mengatakan jika hal tersebut terjadi maka solusinya KPU menghadap kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

"Nah, yang paling mungkin itu adalah meminta kepada Presiden untuk menerbitkan Perppu. Karena ini menyangkut hasil Pemilu, maka disitu ada unsur kegentingan yang memaksa," kata Said kepada Sindonews, Jakarta, Kamis (8/5/2014).

Menurut Said, mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 tahun 2012, Pasal 207 ayat (1), KPU hanya diberikan waktu 30 hari untuk menetapkan hasil pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD. Jika melebihi batas waktu tersebut, maka penyelenggara pemilu bisa terkena sanksi pidana.

Untuk mengganti atau mengubah Undang-Undang Pemilu itu, maka KPU memiliki kesempatan di tiga instansi berwenang seperti DPR, Mahkamah Kontitusi (MK) dan presiden. Namun, jika melihat waktu yang sempit, maka perubahan itu berada di tangan presiden melalui penerbitan perppu.

"Ide penerbitan Perppu ini sebetulnya sudah berulang kali saya sampaikan, tetapi KPU tak mau menggubrisnya. Mereka terlalu congkak dan over confidence," ujarnya.

Pada sisa waktu yang kurang dari dua hari lagi, tambah Said, meminta perppu kepada Presiden pun dianggap sesuatu yang mustahil. Sebab, meski dianggap paling mudah, tetapi persetujuan Perppu tak semudah membalikan telapak tangan.

"Presiden juga perlu waktu untuk melakukan kajian hukum terkait pasal-pasal mana saja yang perlu diubah, dan seperti apa bunyi dari norma yang akan diubah tersebut," tuturnya.

Said menambahkan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga diminta tidak tinggal diam dengan masalah itu. Menurutnya, Bawaslu harus bergerak menghadap presiden dari sekarang untuk mendorong dikeluarkannya Perppu itu.

"Bawaslu itu kan bagian dari penyelenggara Pemilu juga. Mereka bisa mengambil inisitif itu," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Gandeng KPK Jadi Sinyal...
Gandeng KPK Jadi Sinyal Kuat Kejagung Usut Kasus Eks Jampidsus
Percepat Proses Pengganti...
Percepat Proses Pengganti Jampidsus, Istana: Diputuskan Pekan Ini
Tito Karnavian: Kemendagri...
Tito Karnavian: Kemendagri dan Pemda Akan Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
KPU Kaji E-Voting, Partai...
KPU Kaji E-Voting, Partai Perindo Ingatkan Kesiapan Sistem Jadi Penentu
Mensesneg Benarkan Kuntadi...
Mensesneg Benarkan Kuntadi Diusulkan Jadi Calon Jampidsus: Iya, Kalau Berdasarkan Suratnya
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved