1,6 juta wajib pilih Sulsel golput

Selasa, 06 Mei 2014 - 20:20 WIB
1,6 juta wajib pilih...
1,6 juta wajib pilih Sulsel golput
A A A
Sindonews.com - Sedikitnya 1,6 juta jiwa wajib pilih di Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih golongan putih (golput) pada pemilu legislatif (pileg) 9 April lalu.

Berdasarkan hasil pleno pemilu tingkat provinsi Sulsel, sebanyak 1.697.645 atau 26,46 persen dari 6.416.275 daftar pemilih Sulsel memilih golput. Sementara yang menggunakan hak pilihnya 4.718.630 atau 73,54 persen.

Tingkat partisipasi pemilih di Sulsel masih di bawah dari target yang sebelumnya dipatok Komisi Pemilihan Umum (KPU) di semua provinsi. Terjadi stagnan di banding tingkat partisipasi pemilih di Sulsel pada Pemilu 2009 yakni 73 persen.

Diantara 24 kabupaten/kota se-Sulsel, tingkat partisipasi di bawah target (75 persen) umumnya di daerah yang mempunyai jumlah wajib pilih besar, kecuali Kabupaten Gowa dengan tingkat partisipasi 76,82 persen. Sementara, Kota Makassar dengan daftar pemilih satu juta lebih dengan tingkat partisipasi hanya 61,45 persen atau 627.156.

Demikian juga dengan Kabupaten Bulukumba dengan jumlah daftar pemilih 335.027 hanya 70,34 persen atau 235.622 yang berpartisipasi. Sedangkan, Bone dengan jumlah pemilih terbesar kedua setelah Makassar yakni 566.895 memiliki tingkat partisipasi 74,09 persen. Sementara daerah dengan tingkat partisipasi tertinggi diraih Bantaeng dan Selayar masing-masing 81 persen.

Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin Aswar Hasan menilai, tingkat partisipasi 73 persen tergolong tinggi dibanding hasil survei yang hanya memperkirakan sekira 60 persen. Menurut dia, pencapaian tersebut menjadi satu-satunya yang bisa dibanggakan penyelenggara di tengah manipulasi dan jual-beli suara yang masif, vulgar dan brutal.

“Saya pikir inilah satu-satunya yang patut dibanggakan penyelenggara. Partisipasi bisa lebih tinggi bisa karena beberapa hal, dukungan masyarakat melalui fatwa MUI, bisa juga karena pergerakan caleg,” ujarnya kepada wartawan di Makassar, Selasa (6/5/2014).

Kata dia, tingginya tingkat partisipasi juga boleh jadi bukan karena kesadaran masyarakat sebagai hak warga negara, tetapi karena didorong oleh uang. Bahkan, ia menduga, sebagian warga Sulsel yang memilih golput adalah kalangan yang antipolitik uang.

Karena itu, lanjut dia, Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli nanti akan menjadi pertaruhan KPU apakah bisa mempertahankan partisipasi pemilih. Jika tidak, kuat dugaan tingkat partisipasi kali ini tinggi karena didorong kekuatan uang yang dimainkan oleh caleg.

“Ini akan jadi tantangan tersendiri bagi KPU pada pilpres nanti. Karena bisa jadi ini bukan hasil pendidikan politik, tetapi gerakan caleg mendekati pemilih dengan menggunakan kekuatan uang,” ucapnya.
(kri)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Refly Harun Soroti Putusan...
Refly Harun Soroti Putusan Hakim Praperadilan Roy Suryo: Hak Menggugat Tak Bisa Dibatasi
Presiden Prabowo Pimpin...
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pelantikan Perwira TNI-Polri di Istana Pagi Ini
Panglima TNI Instruksikan...
Panglima TNI Instruksikan Seluruh Prajurit Bantu Penanganan Sampah Nasional
3 Brigjen Pol Dapat...
3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026, Ini Daftar Namanya
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved