Jajaki koalisi, Ical dan Prabowo sama-sama capres
Selasa, 29 April 2014 - 16:20 WIB
Jajaki koalisi, Ical dan Prabowo sama-sama capres
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menegaskan belum ada pembicaraan mengenai pencalonan presiden maupun wakil presiden dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Dengan demikian, dirinya pun menekankan sampai saat ini baik dia maupun Prabowo masih tetap sebagai calon presiden (capres) dari partainya masing-masing.
"Memang bisa saja Pak Prabowo tetap capres saya juga tetap capres siapa tahu presidennya ada dua," kata Ical usai menerima kunjungan Prabowo di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2014).
Ketika disinggung siapa yang akan mengalah diantara keduanya andai Partai Gerindra dan Partai Golkar berkoalisi, Ical pun menjawab diplomatis.
"Saya kira belum bicara ke situ. Kita punya kesamaan negara ini mesti dibangun lebih baik. Kita sama bahwa yang kerja itu harus dari rakyat Indonesia, harus kebagian semua jangan hanya sebagian kecil aja yang kerja kasian yang lain ditinggalkan."
"Jadi kita sama, prinsip negara harus mau melakukan smart intervention terhadap program kesejahteraan rakyat. Jadi kita sama tidak menganut satu tripledown effect jadi kita menganut pemerintah harus berani melakukan intervention langsung kepada rakyat dan program-program kesra," tuntasnya.
Dengan demikian, dirinya pun menekankan sampai saat ini baik dia maupun Prabowo masih tetap sebagai calon presiden (capres) dari partainya masing-masing.
"Memang bisa saja Pak Prabowo tetap capres saya juga tetap capres siapa tahu presidennya ada dua," kata Ical usai menerima kunjungan Prabowo di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2014).
Ketika disinggung siapa yang akan mengalah diantara keduanya andai Partai Gerindra dan Partai Golkar berkoalisi, Ical pun menjawab diplomatis.
"Saya kira belum bicara ke situ. Kita punya kesamaan negara ini mesti dibangun lebih baik. Kita sama bahwa yang kerja itu harus dari rakyat Indonesia, harus kebagian semua jangan hanya sebagian kecil aja yang kerja kasian yang lain ditinggalkan."
"Jadi kita sama, prinsip negara harus mau melakukan smart intervention terhadap program kesejahteraan rakyat. Jadi kita sama tidak menganut satu tripledown effect jadi kita menganut pemerintah harus berani melakukan intervention langsung kepada rakyat dan program-program kesra," tuntasnya.
(kri)