Tujuh parpol minta pemilu ulang di Pasaman Barat

Senin, 28 April 2014 - 14:15 WIB
Tujuh parpol minta pemilu...
Tujuh parpol minta pemilu ulang di Pasaman Barat
A A A
Sindonews.com - Tujuh parpol mendesak digelar pemungutan suara ulang (PSU) di Pasaman Barat (Pasbar). Para petinggi parpol di sana kecewa dengan kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan hasil Pileg 9 April yang diduga terjadi penggelembungan.

Perwakilan tujuh parpol sudah mendatangi Kantor Bawaslu Sumbar untuk meminta pemilu ulang di Pasaman Barat. “Tujuh Parpol resmi melaporkan dugaan pelanggaran termasuk manipulasi suara dan penggelembungan suara menguntungkan satu parpol ke Bawaslu Sumbar," ujar Ketua DPD Partai Nasdem Syafrizal Mandayu kepada wartawan, Senin (28/4/2014).

Ketujuh perwakilan parpol tersebut menuntut digelar pemilu ulang di Pasbar. Sebab, hasil pileg lalu dinilai menciderai esensi dan azas pemilu karena banyak terjadi pelanggaran tahapan sampai penggelembungan suara yang menguntungkan sebuah parpol.

Ketujuh parpol yang mengadukan KPU Pasbar yakni Partai Nasdem, PPP, PAN, PBB, PKB dan PKPI. Laporan lintas Parpol ini juga dilengkapai sepuluh temuan terkait penyelenggaraan pemilu di Pasbar.

“Ada sepuluh temuan pelanggaran yang kita laporkan ke Bawaslu Sumbar, antara lain dugaan merekayasa C1, formulir D-A dan formulir D1, juga penggelembungan angka partisipasi pemilih dengan memberikan C6 kepada pemilih yang tak berhak pilih, juga tidak adanya berita acara hasil penghitungan suara,” ujar Ketua DPD PAN Pasbar Erwin.

Akibatnya Partai Nasdem menilai pemilu Pasbar adalah kejahatan demokrasi dan noda hitam penyelenggaraan Pemilu di Sumbar. “Akibatnya parpol dirugikan hilangnya suara berakibat gagalnya parpol mendapatkan kursi, Nasdem kehilangan empat kursi di legislatif, kalau adil pemilu ulang,” ujar Mandayu.

Sementara itu Koodinator PPP Pasbar, Fetris Oktri Hardi mengatakan pengaduan ke Bawaslu adalah lanjutan dari protes saat rekapitulasi suara di setiap tingkatan penyelenggara pileg di Pasbar. “Bahkan kita mendesak KPU Sumbar di pleno provinsi menghentikan pembacaan hasil rekapitulasi suara Pasbar,” ujar Fetris.

Sementara Analisis Politik jebolan Ilmu Politik Unand Padang R Riyanda, meminta KPU RI yang merekapitulasi suara pemilu Sumbar besok untuk menunda dulu. “Ada gejolak di bawah dan itu bukan mengada-ada. KPU jangan memaksakan diri untuk merekap suara pemilu Sumbar besok. Selesaikan dulu agar pemilu berintegritas memang nyata tidak sekadar slogan belaka,” ujarnya.

Menurut R Riyanda adalah sangat pantas kalau Bawaslu mengeluarkan rekomendasi mengulang pemilu se-Pasbar kembali. “Bawaslu jangan idem saja dengan KPU, harus berani mengatakan benar sesuai prosedur atau salah, untuk keabsahan suara rakyat PSU tepat digelar di Pasbar,” ujarnya.
(kri)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved