Islah tak mampu perbaiki posisi tawar PPP

Jum'at, 25 April 2014 - 08:15 WIB
Islah tak mampu perbaiki...
Islah tak mampu perbaiki posisi tawar PPP
A A A
Sindonews.com - Dukungan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terhadap calon presiden (Capres) dari Gerindra Prabowo Subianto dimentahkan lewat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III PPP di Bogor. Pasalnya, segala langkah SDA dalam membangun koalisi dianulir atau dianggap tidak sah.

Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mengatakan, dukungan internal PPP terhadap Prabowo tidak sepenuhnya dicabut. Pasca Mukernas III dukungan PPP dinilai semakin bersifat dinamis.

"Para elite PPP akan membaca tren publik. Jika tren publik dominan ke Jokowi maka akan dengan cepat PPP beralih ke PDIP, begitu juga ke Gerindra jika tren ke Prabowo," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Jumat (25/4/2014).

Selain trend publik, lanjut dia, dinamika perubahan koalisi ini sangat dipengaruhi oleh sejauh mana koalisi tersebut menguntungkan PPP. Terutama berkaitan dengan posisi calon wakil presiden (cawapres).

"Jika kemarin kubu SDA yang mencoba mencari keuntungan memberikan dukungan terhadap Prabowo, kali ini kubu lainnya akan mencoba ambil keuntungan dan meningkatkan posisi tawar dalam berkoalisi," jelasnya.

Kendati demikian, ia menilai, konflik internal yang terjadi di tubuh PPP telah menurunkan posisi tawar partai berlambang Kakbah ini di mata partai politik (parpol) ini. Soliditas internal menurutnya akan menjadi pertimbangan parpol lain untuk mengajak PPP berkoalisi.

"Konflik kemarin jelas sekali memberi pengaruh cukup signifikan menurunkan posisi tawar PPP. Lemahnya soliditas elite partai dan kurang bekerjanya mesin partai sampai di struktur paling bawah. Satu satunya daya tarik PPP adalah partai tua yang memiliki pemilih setia antara 5-6 persen," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Elite PPP Diingatkan...
Elite PPP Diingatkan Jangan Sibuk Bicara Urusan Calon Ketum, Lebih Baik Gagas Koalisi Parpol Islam
Tak Semua Bisa Menggugat,...
Tak Semua Bisa Menggugat, Sengketa Partai Harus Penuhi Legal Standing
Elite PPP Diminta Gagas...
Elite PPP Diminta Gagas Koalisi Parpol Islam, Rommy: Itu Bagian Pak Zainut, Saya Bagian Caketum Saja
10 Tahun Tanpa Kantor,...
10 Tahun Tanpa Kantor, Kini PPP Bengkulu Tengah Siap Tancap Gas
Kericuhan Warnai Muktamar...
Kericuhan Warnai Muktamar X PPP, Ulama Disarankan Bersuara
Agus Suparmanto Kawal...
Agus Suparmanto Kawal PPP Berkoalisi dengan Pemerintah
Berita Terkini
Kejagung Sita 104 Ton...
Kejagung Sita 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron di Bangka Belitung
Program MBG Perkuat...
Program MBG Perkuat Keadilan Sosial Melalui Pemenuhan Gizi
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Prabowo Puji India:...
Prabowo Puji India: Penduduk 1,4 Miliar, Transisi Pemerintahan Damai
Napi Diusulkan Ikut...
Napi Diusulkan Ikut Komcad usai Amnesti, Menteri Imipas: Belum Final
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved